Ajak Lebih Religius, Sekaligus Serap Aspirasi

Aktivitas Shalat Tahajud, Ketua Tim TP3 Kabupaten Kediri

Kediri – Kebiasaan shalat tahajud Ir H Sutrisno dari desa ke desa tetap dilaksanakan meski sudah hampir 10 tahun  tidak menjabat Bupati Kediri. Pria yang kini dipercaya menjadi Ketua Tim Percepatan Pengembangan Pembangunan (TPPP) Kabupaten Kediri itu hampir tak pernah absen kegiatan shalat malam yang diprakarsainya sejak awal menjadi orang nomor satu di Pemkab Kediri, 2005 lalu.

“Kagiatan shalat tahajud ini sangatlah positif dan mendapat respon positif dari masyarakat. Buktinya nggak ada penolakan dari masyarakat dan selalu antusias warga desa yang kebetulan sebagai tuan rumah pelaksanaan Shalat Tahajud,” kata Sutrisno, kemarin.

Dia pun dengan tegas menyatakan tidak peduli dengan suara suara sumbang terkait kegiatan tersebut. Pro kontra terhadap  ajakan kebaikan yang diprakarsainya ini dinilai hal biasa dan tidak perlu ditanggapi.

Ditambahkan, setiap perjuangan membutuhkan pengorbanan dan mental yang kuat. Terpenting, tujuannya mengajak kebaikan bukan untuk kerusakan dan menyerap aspirasi dan keinginan masyarakat.

Baca Juga :  Nasihati Taruna Taruni Hadapi Masa Depan, Wali Kota Tekankan Pentingnya Personal Branding

“Sebagai ketua tim TPPP, saya harus rajin turun ke bawah untuk mendengar aspirasi masyarakat. Ini sesuai tugas dan tanggung jawab sebagai tim percepatan pembangunan, sehingga tidak salah ketika memberi masukan kepada bupati. Sehingga pembangunan yang dilaksanakan tepat sasaran,” urainya.

Dia pun memahami, saat mendekati pemilihan bupati, banyak lawan politiknya bakal menjadikan kegiatan shalat tahajud yang dilaksanakan dengan dana pribadi itu, untuk menjatuhkannya. “Saya perlu meluruskan, bahwa kegiatan shalat tahajud keliling ini sudah dilakukan 15 tahun terakhir, dan masyarakat tahu seberapa besar manfaatnya, terutama dengan rutin menjalaninya maka kita akan lebih tenang saat menghadapi masalah karena Allah SWT ada bersama kita. Sungguh tidak etis, jika ada yang menggulirkan shalat tahajud sebagai isu bernuansa politis,” kata Ir. H Sutrisno. (gos/adv)


Latest news

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini