Anak Sapi Ini Punya 2 Mulut dan 4 Bola Mata

Blitar – Warga Dusun Pacuh, Desa Penataran, Kabupaten Blitar, dihebohkan lahirnya anak sapi unik yaitu kepalanya satu tapi memiliki 2 mulut dan lidah serta 4 bola mata. Bahkan sudah ada yang menawar seharga Rp 15 juta, atau 2 kali lipat harga anak sapi pada umumnya.

Oleh pemiliknya Samukan, 54 warga Dusun Pacuh RT 1/RW 16 Desa Penataran, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar, dituturkan anak sapi unik tersebut lahir lebih cepat 22 hari atau dikandung 9 bulan 8 hari. “Dari waktu melahirkan normalnya 10 bulan, tadi pagi sekitar jam 06.00 Wib,” tutur Samukan, Kamis (6/2/2020).

Selama kehamilan hasil dari Inseminasi Buatan (IB) atau kawin suntik ini, induk sapi jenis Semental tersebut tidak ada tanda kelainan atau ada penyakit tertentu. Bahkan proses kelahirannya juga normal, sekitar 15-20 menit. “Lahirnya sehat dan normal, biasa saja dengan bobot sekitar 25 kg seperti pedet (anak sapi) pada umumnya,” jelas Samukan.

Namun setelah lahir dan dibersihkan, Samukan kaget. Karena anak sapi betina miliknya terlihat berbeda, karena meskipun kepalanya satu tapi memiliki 2 mulut dan di dalamnya juga punya 2 rongga serta 2 lidah. ” Selain itu, juga punya 4 bola mata. 2 mata posisinya normal di samping kanan – kiri dan 2 bola mata lainnya berada di 1 rongga tepat di bagian tengah kepala,” kata Samukan sambil menunjukkan keunikan tersebut.

Baca Juga :  Wah wah wah! Belasan Calon PPS Blitar Terindikasi Anggota dan Pengurus Parpol

Kelahiran sapi unik tersebut langsung tersebar dan menghebohkan warga Dusun Pacuh yang berada di sekitar Kali Bladak alihan lahar Gunung Kelud tersebut.

Bahkan beberapa jam kemudian, ada yang datang melihat kondisinya kemudian menawar untuk membelinya. “Mas dari kaplingan pasir Kampung Kali Bladak ada yang menawar Rp 10-15 juta kalau saya mau menjualnya,” beber Samukan.

Penawaran cukup tinggi, bahkan nilainya 2 kali dari harga normal anak sapi yang baru lahir. Karena umumnya untuk anak sapi betina seharga Rp 5-7 juta, sedangkan anak sapi unik yang diberi nama Si Pahing ini di tawar Rp 10-15 juta. “Karena lahirnya Kamis Pahing, saya beri nama Si Pahing saja,” tuturnya.

Tapi karena kondisi anak sapi miliknya sehat, serta mau minum susu induknya. Samukan mengaku tidak akan menjualnya, akan dipelihara dan dirawat sendiri. “Biar saya rawat sendiri, karena unik beda dengan lainnya,” pungkasnya.(ais)


Latest news

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini