Anggota DPRD Berharap Sistem PPDB Bisa Akomodir Siswa Berprestasi

PALANGKA RAYA (Lenteratoday) – Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kota Palangka Raya diharapkan bisa berjalan dengan lancar, bersih dan transparan. Anggota DPRD setempat berharap PPDB bisa mengakomodir siswa berprestasi.

Ketua Komisi C DPRD Kota Palangka Raya, Hasan Busyairi, mengungkapkan di tahun 2023 lalu sebenarnya PPDB sudah berjalan dengan cukup baik, meskipun masih terdapat kekurangan.

“Kita berupaya dan berharap di tahun 2024 ini PPDB semakin baik dan optimal,” papar Hasan, Rabu (5/6/2024).

Ia berharap di PPDB tahun 2024 ini, para orang tua dan siswa yang ingin bersekolah yang mana sekolah tersebut berada di luar zonasi dapat diakomodasi oleh Pemkot setempat melalui Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Palangka Raya.

Hasan mengatakan jika ini dapat dilakukan dengan menggunakan sistem penerimaan jalur prestasi, baik prestasi di bidang akademik, olahraga maupun prestasi di bidang lainnya. “Ini yang menjadi harapan para orang tua selama ini, karena adanya sistem zonasi, para siswa yang berprestasi tetap harus bersekolah di lingkungan dekat rumahnya,” jelasnya.

Baca Juga :  Soal Kekerasan Wali Murid ke Siswa SD, Anggota DPRD Palangka Raya Minta Hukum Ditegakkan

Selain itu Hasan berharap Pemkot Palangka Raya dapat menambah kuota PPDB di masing-masing satuan pendidikan yang ada di daerah setempat.

Langkah ini perlu dilakukan oleh satuan pendidikan dengan memberikan perhatian kepada siswa berprestasi agar bisa bersekolah di satuan pendidikan yang bisa mendukung pengembangan prestasi namun berada di luar zonasi siswa bersangkutan.

“Hal ini penting untuk diperhatikan agar siswa bisa lebih berkembang, baik dari sisi akademik, seni maupun olahraga,” tuturnya.

Namun Hasan mengingatkan kepada para siswa yang berprestasi, untuk tidak menjadikan ini hanya sebagai alasan agar dapat bersekolah di tempat tertentu hanya demi gengsi.

Jika hal ini dilakukan para siswa berprestasi, maka dikhawatirkan hanya sekolah tertentu atau favorit saja yang penuh, sementara sekolah lainnya menjadi kekurangan siswa.

“Sekarang memang tidak ada lagi istilah sekolah favorit atau sejenisnya, sehingga tidak lagi menjadi alasan untuk memilih sekolah tertentu,” pungkasnya. (*)

Reporter : Novita | Editor : Lutfiyu Handi


Latest news

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini