ASN Pemkot Maju Pilkada, Wali Kota Blitar : Tidak Boleh Pasang Gambar Sebelum Mengundurkan Diri

BLITAR (Lenteratoday) – Adanya ASN Pemkot Blitar yang maju pada Pilkada 2024 di Kota Blitar, yaitu Asisten I Administrasi Umum dan Pembangunan Sekda Kota Blitar, Suharyono sempat memasang baliho besar kampanye sebagai calon Wali Kota Blitar.

Ditegaskan tidak boleh melakukan aktifitas politik apa pun, sebelum mengundurkan diri sebagai ASN sesuai aturan.

Penegasan ini disampaikan Wali Kota Blitar, Santoso ketika ditanya mengenai adanya ASN di jajaran Pemkot Blitar yang maju pada Pilkada 2024 ini, sebelum mengundurkan diri sebagai ASN tidak boleh pasang gambar (kampanye).

“Karena masih berstatus sebagai ASN, belum boleh memasang gambar, baliho dan sebagainya,” ujar Santoso ketika dikonfirmasi.

Namun setelah ditetapkan sebagai calon Wali Kota pada Agustus 2024 mendatang, harus mengundurkan diri dan boleh melakukan pemasangan gambar dan aktifitas politik lainnya.

Diakui Santoso ASN memang memiliki hak memilih dan dipilh, namun tetap mengikuti prosedur dan mekanisme sesuai aturan ASN. Sebelum mengundurkan diri, seperti saat ini sedang mengikuti proses penjaringan mencari rekomendasi.

“Boleh saja, tapi belum boleh memasang gambar dan baliho. Karena ingat, statusnya masih sebagai ASN,” tandasnya.

Baca Juga :  Budayawan Jombang Resmi Daftar Bacabup ke PDIP, Ini Program yang Ditawarkan

Kalau sudah resmi mendaftar pada Agustus 2024 mendatang, kemudian mengundurkan diri boleh memasang gambar atau beraktifitas politik lainnya.

Sejauh selain Suharyono, apakah ada ASN Pemkot Blitar lainnya yang akan maju Pilkada 2024 dan mengajukan ijin. Santoso mengaku hanya satu orang, Suharyono saja.

“Hanya satu orang, Pak Suharyono saja. Sekarang sedang dalam proses pengajuan pengunduran diri,” ungkapnya.

Secara terpisah, Suharyono ketika dikonfirmasi mengenai pemasangan baliho besar bergambar dirinya sebagai calon Wali Kota Blitar, beberapa hari lalu di utara Stadion Supriadi tepatnya di pertigaan Jalan dr Wahidin – jalan Raung, Kota Blitar.

“Pemasangan itu bukan saya, tapi teman-teman dan hanya sehari langsung saya minta diturunkan,” elak Suharyono.

Mengenai pengunduran dirinya, Suharyono mengaku kalau saat ini sifatnya hanya pemberitahuan mengikuti proses penjaringan.

“Surat pengunduran diri saya buat, setelah mendapatkan rekom. Surat pengunduran diri akan diterbitkan, setelah mendaftar ke KPU dan sudah ditetapkan,” tandasnya.

Reporter:Arief Sukaputra/Editor:Ais


Latest news

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini