Berkali-kali Alami Kecelakaan, DPR Minta PT. KFI Tingkatkan K3 Pegawai

JAKARTA (Lenteratoday) – Komisi VII DPR meminta PT Kalimantan Ferro Industry (KFI) di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur untuk meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) untuk para pegawainya.

Pasalnya, perusahaan smelter nikel ini sudah berkali-kali mengalami insiden kecelakaan kerja, dengan meletupnya ledakan dari salah satu mesin yang mengakibatkan sejumlah pegawainya meninggal.

“Bagaimanapun kita memang sangat senang banyak investor masuk ke Indonesia, untuk memperluas lapangan pekerjaan. Tetapi, kita juga ingin bahwa setiap investasi yang masuk itu memenuhi syarat dan kriteria tertentu, salah satunya adalah terkait dengan peraturan tentang keselamatan kerja,” terang Anggota Komisi VII DPR Bambang Hermanto dilansir DPR, Kamis(30/5/2024).

“Kita telah menuju ke smelter tempat insiden kemarin, ternyata memang dari komponen alat-alat keselamatan kerja tidak terpasang di sana. Yang paling gampang saja, misalnya Alat Pemadam Api (APAR) selama perjalanan kita tidak melihat, apalagi yang lain-lain,” sambungnya.

Politisi Fraksi Partai Golkar ini berharap agar permasalahan ini bisa diselesaikan secara komprehensif, sebaiknya kepada sejumlah pihak terkait untuk melakukan investigasi. Terutama fokusnya terhadap faktor-faktor keselamatan kerja, karena bagaimanapun nyawa manusia itu adalah yang utama.

Baca Juga :  Soal Penugasan Istri di Pilwali Bandung, Ridwan Kamil: Jika Saya Maju Pilkada Jabar, Atalia Tetap di DPR

“Kita bukan hanya berorientasi kepada investasi saja, tapi juga kita harus mempertimbangkan dan mengutamakan keselamatan kerja. Oleh karena itu, saya menyarankan kepada pihak terkait utamanya kepada Kementeria Perindustrian untuk melakukan investigasi secara menyeluruh terhadap keselamatan dan keselamatan kerja bagi para pegawai di sini,” ucap Bambang.

Selain itu, Legislator Dapil Jabar VIII ini menilai dengan hadirnya PT. KFI di sini sudah secara otomatis membuka peluang lapangan pekerjaan untuk masyarakat sekitar. Oleh karena itu, tentu kami berharap kepadaPT. KFI ini harus memprioritaskan kepada masyarakat setempat untuk dibuka seluas-luasnya untuk bisa bekerja di sini.

“Kalau misalnya di sini ada masyarakat yang masih belum memenuhi kompetensi tertentu, ini menjadi kewajiban kita bersama terutama bagi mereka yang sudah punya keahlian di sini bisa memberikan transfer of knowledge kepada masyarakat setempat,” kata Bambang

“Sehingga masyarakat setempat ini bukan hanya jadi penonton, tetapi bisa menjadi pelaku dan tentu harapan besar kita ini bisa memberikan masukan kepada pemerintah daerah meningkatkan pendapatan masyarakat dan akhirnya masyarakat menjadi sejahtera,” imbuhnya.

Reporter:Sumitro/Editor:Ais


Latest news

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini