Besok, DPP PDIP Umumkan Rekomendasi 50 Pasangan Calon Kepala Daerah

Sidoarjo – DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dipastikan akan mengumumkan satu pasangan calon Gubernur dan wakil gubernur serta 49 calon kepala daerah yang akan mengikuti kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak. Pengumuman tersebut akan dilakukan secara langsung oleh Ketua Umum DPP PDI Perjuangan di Kantor DPP PDI Perjuangan, Rabu (19/2/2020).

Hal itu disampaikan Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto setelah membuka Rapar Kerja Daerah DPD PDI Perjuangan Jatim di Hotel Utami Sidoarjo. Hasto mengungkapkan bahwa pengumuman itu adalah gelombang pertama, sebab nantinya masih ada pengumuman lanjutan. Mengingat masih banyak daerah daerah yang belum mendapatkan rekomendasi.

Hasto tidak menyebutkan calon pasangan kepala daerah mana saja yang akan diusung oleh PDI Perjuangan. Namun demikian dia sempat menyebutkan daerah yang belum mendapatkan rekomendasi dan tidak diumumkan besok. Diantara daerah yang belum tersebut adalah Kota Surabaya, Kota Solo, Kota Medan, Kota Makassar, Provinsi Bali dan seluruh Kabupaten di Provinsi Bali.

“Surabaya masih perlu pemetaan yang lebih mendalam dan juga survey lebih lanjut. Dialog-dialog juga secara inten kami lakukan untuk melihat seluruh harapan masyarakat di Kota Surabaya. Sama juga dengan Provinsi Bali, karena di Provinsi Bali itu praktek konsepsi pola pembangunan semesta berencana dilakukan di Provinsi Bali,” tandasnya.

Namun demikian, dia menandaskan ada satu Kabupaten di Jatim yang akan mendapatkan rekomendasi PDIP dan diumumkan besok, Kabupaten tersebut yaitu Ngawi. Hasto menyampaikan, untuk Kota Solo seharusnya sudah siap tapi, nanti pelaksanaa pengumumannya seusai aspirasi setelah tanggal 23 Februari yang direncanakan akan bersama-sama dengan calon calon dari Bali dan juga beberapa wilayah ibu kota provinsi seperti Makassar.

Baca Juga :  BKKBN Optimis Percepatan Penurunan Stunting di Jatim

“Surabaya, seluruh masukan sudah diterima, hanya perlu pendalaman pemetaan di lapangan lebih lanjut. Besok dipastikan Kota Solo, Kota Surabaya, Kota Medan, Kota Makassar dan seluruh kabupaten di Bali belum diumumkan. Nanti Kota Solo akan bersama-sama Bali dan juga Kota Makssar,” tandasnya.

Sementara itu, menanggapi kondisi di Surabaya, dimana sebagian besar partai sudah semakat untuk mengusung sosok bukan dari PDI Perjuangan dan terkesan akan mengeroyok PDI Perjuanga, Hasto mengatakan bahwa partai terus membangun dialog dengan berbagai pihak. Dia menandaskan bahwa Pilkada ini adalah kontestasi untuk mencari pemimpin bukan ajang pengeroyokan.

Terkait tokoh yang akan mendapatkan rekomendasi PDI Perjuangan apakah darh internal partai ada dari tokoh di luar partai, Hasto menjelaskan bahwa PDI Perjuangan telah pemimpin dari anggota. Akan tetapi Pilkada adalah Pemilunya rakyat, sehingga partai juga mendangarkan tokoh-totoh yang dibesarkan dari jalur profesional seperti Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, Polri.

“Kami mendengarkan mereka mereka yang mempersiapkan diri atau dipersiapkan sebagai pemimpin. Tapi kalau partai mencalonkan diluar partai, maka komitmen ideology partai pemerintahan yang baik harus menjadi dasar dari penilaian terhadap calon tersebut. Pada dasarnya yang ideal dari internal, tapi partai membuka diri pada tokoh tokoh di luar partai untuk mengikuti proses administrasi untuk menjadi pemimpin atau pemimpin yang dipersiapkan partai,” paparnya. (ufi)

Latest news

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini