Cimory Land Rawan Ambruk, Siteplan Tak Sesuai Perizinan

Pasuruan – Konstruksi di kawasan wisata Cimory Dairy Land, di Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan dinilai rawan ambruk. Ini menyusul temuan temuan ketidaksesuaian site plan perizinan yang diajukan tahun 2015 dengan kondisi pembangunan proyek tahun 2019.

Melubernya puluhan ribu pengunjung sejak kawasan wisata itu dibuka, dikawatirkan semakin menambah beban konstruksi gedung. Karenanya, pengelola Cimory diminta untuk segera mengevaluasi dan menyesuaikan konstruksi sesuai dengan perizinan yang diajukan.

Plt Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Kabupaten Pasuruan, Hari Apriyanto, meminta kepada pengelola Cimory untuk mengevaluasi dan melakukan penguatan pada sejumlah konstruksi bangunan. Penyesuaian ini mutlak dilakukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman pada pengunjung yang datang berwisata.

“Dokumen perizinan tentang site plan ada ketidaksesuaian dengan kondisi bangunan. Untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, harus dilakukan penguatan pada konstruksi bangunannya. Selain itu juga harus dilakukan penyesuaian dokumen perizinannya,” kata Hari Apriyanto saat hearing dengan Komisi I DPRD Kabupaten Pasuruan dan pengelola Cimory.

Grand opening kawasan wisata edukasi itu juga dianggap terburu-buru. Karena hingga saat ini, pengelola belum mengantongi perizinan analisa dampak lingkungan dan lalu lintas (Amdal Lalin). Sejak kawasan wisata itu dibuka, telah menimbulkan krodit dan kemacetan lalu lintas dari Pandaan hingga Prigen.

Baca Juga :  Konstruksi Kawasan Wisata Cimory Akhirnya Ambruk, Belasan Motor Ringsek

Meski telah dilakukan rekayasa lalu lintas, simpul kemacetan masih saja terjadi. Penumpukan kendaraan justru terjadi di sekitar pemukiman penduduk. Luberan parkir diluar kawasan wisata semakin menambah kemacetan arus lalu lintas.

Ketua Komisi I, Kasiman, meminta kepada pengelola Cimory untuk segera membuat kawasan parkir baru yang bekerjasama dengan pihak ketiga. Salah satu alternatif, kawasan parkir ditempatkan di Taman Candra Wilwatikta. 

“Cimory harus segera merealisasikan kesanggupannya membuat kawasan parkir baru. Wisatawan bisa menggunakan angkutan umum menuju Cimory. Angkutan umum ini menjadi salah satu korban terdampak kemacetan arus lalu lintas tersebut,” kata Kasiman.

Sementara itu, pengelola Cimory, Bambang, menyatakan kesanggupannya untuk melaksanakan rekomendasi dari Dewan maupun penyesuaian konstruksi. Pihaknya juga berjanji untuk meminta kontraktor proyek Cimory, PT Waringin, untuk segera mengevaluasi konstruksi bangunannya. (oen)





Latest news

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini