Dampak Banjir Bandang, 3 Dusun Kesulitan Air Bersih

Blitar – Dampak banjir bandang di Desa Krisik, Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, Kamis (30/1/2020) sore kemarin tidak hanya mengakibatkan kerusakan jembatan, rumah, kandang dan areal persawahan. Namun, juga mengakibat warga 3 dusun yaitu Dusun Sukorejo, Dusun Barurejo dan Dusun Tritomoyo kesulitan air bersih.

Kesulitan air ini karena saluran pipa air bersih yang menuju pemukiman putus diterjang derasnya aliran air bercampur lumpur dan potongan pohon yang terbakar musim kemarau lalu. Seperti disampaikan Warti, warga Dusun Sukorejo yang mengaku sejak Kamis (30/1/2020) sore pasca banjir bandang, sudah tidak bisa mendapat air bersih yang biasanya mengambil dari tandon dusun.

“Warga kesulitan air untuk minum dan masak, karena air dari sumber di atas gunung tidak bisa mengalir ke tandon dusun,” tutur Warti, Jumat (31/1/2020).

Kurangnya air bersih tidak hanya berdampak pada manusia saja, namun juga pada binatang ternak. “Apalagi bagi para pemilik ternak sapi, bagaimana untuk memenuhi kebutuhan minum ternak dan membersihkan kandang?” beber Warti.

Selain air bersih, pera petani di Desa Krisik juga harus menderita kerugian yang cukup besar. Banjir bandang itu mengakibatkan gagal panen, setelah sawahnya diterjang banjir. “Saya baru tanam hari Rabu (29/1/2020), besoknya sudah hancur diterjang banjir,” ujar Bonirin warga Desa Barurejo.

Baca Juga :  Ratusan Pekerja Parekraf Kota Blitar Digerojok Bantuan Dampak Covid-19

Sawahnya seluas 150 are atau 1.500 m2, memang terlihat rusak tanamannya. Tertimbun lumpur dan potongan pohon yang terbawa arus banjir bandang. Ditanya mengenai kerugiannya, Bonirin mengku sekitar Rp 3 juta. “Kalau dihitung mulai dari bibit dan pupuknya,” bebernya.

Sementar itu Kepala Desa Krisik, Hari Budi Setiawan menyampaikan jika warga yang terdampak banjir bandang sekitar 2.000 jiwa, tapi tidak ada korban luka maupun jiwa. “Sedangkan jembatan yang rusak, akan segera diperbaiki berkoordinasi dengan kecamatan dan pemkab,” kata Hari.

Untuk saluran air bersih, warga akan segera memperbaikinya dibantu tim Penyedia Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsismas). “Termasuk drainase dan fasilitas desa lainnya akan segera diperbaiki dengan dana desa,” pungkasnya.

Kapolres Blitar, AKBP Budi Hermanto yang datang ke lokasi bencana, menyampaikan agar warga tetap waspada jika terjadi hujan. “Kalau hujan deras, warga diatas (Magersari) segera memberi tahu yang dibawah,” tuturnya.

Sampai siang, tampak kegiatan pembersihan dusun yang diterjang banjir bandang. Oleh petugas BPBD, TAGANA, TNI, Polri, relawan dan perangkat desa bersama warga. (ais)


Latest news

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini