DBHCHT Sokong RSUD Bangil Tangani Pandemi Covid-19

PASURUAN (Lenteratoday)– Pandemi Covid-19 membuat semua pihak, mulai dari pemerintah pusat hingga pemerintah daerah merapatkan barisan untuk melakukan pencegahan penularan lebih luas lagi. Sayangnya, sejak diumumkan pasien pertama di Indonesia pada Maret lalu hingga kini tahun akan berganti, wabah belum juga terkendali. Walhasil, beberapa Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) sempat kelimpungan karena kekurangan Alat Perlindungan Diri (APD).

DI Kabupaten Pasuruan, salah satu sumber dana yang digunakan untuk membantu penanganan wabah corna berasal dari Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (BHCHT). Menurut data, untuk menangani bencana Covid-19, Pemerintah Kabupaten Pasuruan menyiapkan anggaran Rp 77, 3 M.

Dalam hearing yang dilakukan oleh Pansus DPRD-Satgas Covid-19 menjelaskan Rp77, 3 M itu salah satunya berasal dari refocusing anggaran belanja OPD maupun DPRD sebesar Rp 55 M.Selain itu, dana tersebut juga berasal dari anggaran belanja tak terduga (BTT). Dimana untuk awal tahun 2020 telah dianggarkan sebesar Rp12, 5 M dan sudah terpakai sebesar Rp 4, 26 M untuk bencana alam.

Sehubungan dengan adanya wabah corona ini, Pemda memutuskan refocusing anggaran kegiatan untuk penambahan anggaran BTT. Pengurangan itu mulai dari pembelanjaan mamin, maupun kegiatan lainnya sebesar 20 persen. Dari refocusing, anggaran yang terkumpul sebesar Rp 55, 09 M. Selain itu dana juga bersumber dari pengalihan dana bagi hasil cukai dan hasil tembakau (BHCHT) sebesar Rp 13, 9 M.

Baca Juga :  Pemohon Banmod DBHCHT Kota Kediri Cukup Lewat Kelurahan

Dana tersebut juga dibelanjakan untuk keperluan alat perlengkapan diri (APD). Seperti sarung tangan, masker, dan hand sanitizer.

Untuk kecukupan ruang perawatan dan isolasi Satgas Kabupaten Pasuruan memanfaatkan Gedung jantung dan paru RSUD Bangil.

Bukan tanpa alasan gedung yang mempunyai 2 lantai ini dipilih sebagai ruang isolasi. Dijelaskan, alasan utamanya dikarenakan ruang isolasi harus mempunyai tekanan negatif.

Oleh sebab itu, untuk saat ini RSUD memiliki 2 jenis pasien berbeda. Pertama pasien umum, dan kedua pasien dalam penanganan Covid-19. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pasuruan menjelaskan sebanyak 51 tempt tidur (TT) telah disiapkan di RSUD Bangil untuk penanganan wabah ini.

Sekda Kabupaten Pasuruan, Anang Saiful Wijaya menjelaskan, anggaran besar memang masih dibutuhkan dalam penanganan pandemi. Mengingat, kasus positif Covid-19 di Kabupaten Pasuruan masih terus bermunculan.

Tahun 2020 saja, lebih dari Rp 100 miliar digulirkan untuk penanganan pandemi tersebut. Baik untuk alat-alat kesehatan penunjang, kekarantinaan, hingga kegiatan lain.“Penanganan Covid-19 memang membutuhkan dana besar. Mengingat, banyak kegiatan yang harus dilakukan,” bebernya.(*)


Latest news

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini