Dengan Cara Ini, Pepelingasih Lestarikan Candi Tawangalun

Sidoarjo – Pelestarian cagar budaya layak digalakkan seperti yang dilakukan oleh Pepelingasih (Pemuda Peduli Lingkungan Asri dan bersih) Sidoarjo. Mereka menggelar “Energy of Tawangalun” untuk melestarijan candi Tawangalun di desa Bucitan, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Minggu (15/12).

Kegiatan tersebut sebagai upaya untuk merebranding situs bersejarah itu. Antusiasme masyarakat cukup kuat untuk mengikuti kegiatan tersebut. “Tak kurang 129 orang yang hadir dalam kegiatan tersebut,”ungkap Ketua Pepelingasih Yoga Rajanty.

Dalam kegiatan itu pula dilakukan launching Trasmob dan shering senam go green. “Kami hadirkan narasumber untuk mengedukasi masyarakat nara sumber pertama adalah Dr. M Barul Amig,MM serta pak Syaiful juru kunci dari candi Tawangalun,” kata Yoga.

Dia juga mengungkapkan harapannya supaya kegiatan ini mampu mengenalkan cagar budaya pada masyarakat serta merebranding Tawangalun agar lebih bersih dan asri. Dengan demikian, Candi Tawangalun bisa menjadi pilihan masyarakat untuk melakukan wisata edukasi.

Di tempat yang sama, ketua Pelaksana kegiatan, Wahyu Lenny Lesmana berharap kegiatan ini sebagai pemerataan penghijauan di wilayah Sidoarjo yang selama ini sering mendapat penghargaan Kalpataru. “Ini adalah tantangan kami selaku organisasi Pepelingasih, karena disana tanah nya unik pecah dan airnya garam. Jadi butuh istiqomah dalam perawatan,”katanya.

Dia juga menandaskan, bahwa acara tidak hanya berhenti hari ini, karena ini launching untuk mengawali kegiatan “Energy of Tawangalun”. Dia menandaskan, rencana kedepan akan berkolaborasi dengan warga untuk pembinaan desa.

Terpisah, saat dihubungi via Telpon Whatsapp (WA), Syaiful, sang juru kunci juga menuturkan kegiatan ini memang yang dituggu oleh masyarakat khususnya masyarakat Bucitan. “Karena kami punya asset leluhur ingin kami jadikan wisata edukasi tapi kegiatan ini jangan hanya menamam saja, tapi harus bertanggung jawab untuk merawatnya,” tuturnya dengan nada penuh semangat.

Syaiful menjadi juru kunci kurang lebih sekitar 24 tahun, dengan penuh rasa cinta pria ini merawat candi yang berukuruan lebar sekitar 5 X 5 meter dan tinggi 3 meter. Syaiful mengajak supaya menyatukan harapan untuk mewujudkan cagar budaya agar lebih baik, asri, serta enak dikunjungi. (pin)

Latest news

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini