Dewan Desak PT Greenfields Tutup atau Kurangi Populasi Ternak

Blitar – Setelah pencemaran limbah kotoran ternak sapi di beberapa sungai dan desa menjadi polemik, DPRD Kabupaten Blitar memanggil dan meminta penjelasan PT Greenfields.
Hasilnya dewan memberikan 2 pilihan, tutup sementara atau mengurangi jumlah ternak sapi sampai selesai memperbaiki sistem IPAL.

Hearing yang digelar Komisi III DPRD Kabupaten Blitar ini, mengundang pihak PT Greenfields dan OPD terkait dari Pemkab Blitar seperti Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Sat Pol PP, Inspektorat, DPM PTSP dan Kominfo.

Sekretaris Komis III DPRD Kabupaten Blitar, Panoto menyampaikan pihaknya mengundang hearing untuk menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait limbah kotoran sapi yang mencemari lingkungan dan mendengar penjelasan dari pihak PT Greenfields. “Kita ingin tahu sejauh mana progres perbaikan penanganan limbah, sesuai hasil pertemuan sebelumnya,” tutur Panoto, Rabu (29/1/2020).

Ternyata seperti disampaikan pihak PT Greenfields hanya sebatas rencana program penanganan limbah, jauh dari apa yang diharapkan dewan. “Padahal kondisi dilapangan sangat serius, serta memerlukan solusi secepatnya,” tandas politis PKB ini.

Karena itu, dewan memberikan 2 opsi kepada pihak PT Greenfields yaitu mengurangi populasi ternak sapi atau menutup sementara, sampai semua fasilitas terkait IPAL, drainase dan lainnya selesai. Sebab 3 solusi yang ditawarkan PT Greenfileds bukan solusi yang efektif, yaitu mengurangi penggunaan air, mengalirkan limbah cair dan menambah lagun atau kolam penampungan limbah. “Apa yang disampaikan tidak bisa secepatnya, mengatasi kondisi di lapangan,” tegasnya.

Baca Juga :  PAN Dukung Kabupaten Blitar Jadi Percontohan Program Vaksinasi Nasional

Seperti diberitakan sebelumnya, warga di sekitar Kali Genjong Desa Suruh Kecamatan Doko Kabupaten Blitar. Mengeluhkan kondisi air sungai yang tercemar kotoran ternak sapi dari PT Greenfields, karena air berubah warba coklat kehitaman berbau tletong (kotoran sapi) dan berbuih. Bahkan banyak ikan yang mati, hingga merembes ke sumur dan kolam ikan milik warga.

Secara terpisah Head Of Dairy Farm PT Greenfields, Heru Prabowo usai hearing mengatakan pihaknya akan membicarakan lebih lanjut, mengenai pilihan yang diberikan dewan tersebut. “Karena saya tidak bisa memutuskan, harus dibicarakan oleh jajaran manajemen,” kata Heru.

Selama ini Heru mengaku pihaknya terus melakukan upaya pembenahan, penampungan limbah kotoran ternak sapi tersebut. Melalui 2 cara yakni mendaur ulang limbah padatnya dijadikan pasir untuk pupuk, kemudian limbah cairnya kita alirkan untuk penanaman rumput odot (rumput gajah pendek) sebagai pakan ternak. “Bekerja sama dengan warga sekitar, dengan sistem saling menguntungkan,” paparnya.

Ditambahkan Heru, karena pihaknya diberikan waktu seminggu atau sampai ada undangan lagi dari dewan. “Maka akan kami bicarakan lagi dengan tim operasional dan manajeman,” pungkasnya.(ais)


Latest news

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini