Dewan Salahkan Pemkot atas Bocornya Pipa PDAM

Surabaya – Bocornya pipa utama PDAM beberapa hari lalu menuai kritik dari dewan Surabaya. Sebab dewan menilai ada kesalahan prosedur yang dilakukan kontraktor dan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam memberikan izin pembangunan.

Mahfudz sekretaris komisi B DPRD Surabaya menegaskan kebocoran pipa utama di daerah Gunung Anyar akibat dari kecerobohan yang dilakukan Pemkot. Sehingga yang menjadi korban adalah PDAM dan rakyat kecil.

“PDAM adalah korban kecerobohan Pemkot. Rakyat kecil jadi imbasnya juga,” tegasnya saat ditemui di ruang Fraksi PKB, pada Selasa (10/3/2020).

Politisi PKB tersebut juga menuturkan seharusnya Pemkot sudah berkoordinasi dengan kontraktor untuk izin penancapan paku bumi. Sehingga tidak ada lagi hal yang seperti ini terjadi.

“Harusnya pemerintah kota yang memberikan izin sudah berkoordinasi dengan PDAM,” tuturnya.

Baca Juga :  Hari Ini Pemkot Surabaya Kirab Piala Adipura Kencana 

Lanjutnya, Mahfudz juga menyayangkan pernyataan Agus Hebi Djuniantoro, Kepala Bagian Administrasi Perekonomian dan Usaha Daerah Pemkot Surabaya. Sebab Hebi hanya menghimbau agar masyarakat ‘mengambil Hikmah’ terkait matinya PDAM karena sebagai bentuk penghematan. Tidak ada solusi. terkait perbaikannya.

“Hikmah itu memang ada ilmunya. Tapi masyarakat masa cuma disuguhi hikmah?,” ujarnya.

Sementara itu Direktur PDAM Surabaya Mujiaman Sukirno mengatakan permintaan maafnya terhadap kejadian tersebut. Ia mengaku sudah berkoordinasi dengan Pemkot untuk memperbaiki pipa yang bocor.

“Untuk hari ini sudah rampung 90 persen pelanggan yang teraliri air. Masih ada 10 persen lagi yang belum teraliri air. Untuk pelanggan yang membutuhkan atau ada keluhan bisa menghubungi humas PDAM,” pungkasnya. (ard)


Latest news

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini