DPRD Surabaya Minta Prioritaskan Vaksin untuk Nakes dan Petugas Pelayanan Publik

SURABAYA (Lenteratoday) – Pasca vaksin sinovac Covid-19 tiba di Kota Surabaya, Senin (4/1/2020), Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Surabaya telah berkoordinasi dengan Dinkes Kota Surabaya. Nantinya Pemkot Surabaya Surabaya akan meminta 2 juta vaksin. Jumlah tersebut ditujukan kepada para tenaga kesehatan (Nakes) sekitar 500 sampai 600 orang.

Sekretaris Komisi D DPRD Kota Surabaya, Akmarawita Kadir, mengatakan nakes sangat diperlukan karena mereka pertahanan terakhir. Mengingat, posisinya selalu berada di garda terdepan dalam penanganan pasien.

“Jadi kalau misal tenaga kesehatan itu termasuk Cleaning service, petugas apotik itu juga nakes. Mereka harus yang pertama karena mereka melayani orang-orang yang sakit. Kalau ada masyarakat yang sakit, nakes adalah orang pertama yang menangani,” terangnya, Rabu (6/1/2021)

Kalau tidak divaksin dulu, kata Akmarawita, mereka akan terpapar dalam jumlah yang banyak. Otomatis, menjadi kesulitan ketika melayani masyarakat. Serta lingkungan di sekitar menjadi tidak baik. Itulah kenapa pejuang medis diutamakan.

Selain tenaga medis, prioritas kedua adalah petugas pelayanan publik. Seperti, staf yang membuat kebijakan, kemudian melakukan kontak dengan antar dinas, suka berpindah pindah tempat jadi sering kontak dengan semua orang.

Baca Juga :  Bupati Ipuk Terus Pacu Vaksinasi di Bulan Ramadan, Capaian Dosis 1 Sudah 93 Persen

“Memang prinsipnya, kalau terlalu banyak kontak itu resiko tinggi terkena Covid. Kalau berdasarkan prioritas itu yang pertama divaksin nakes dan juga petugas pelayanan publik,” terangnya.

“Kalau sudah divaksin, antibodinya muncul, nanti sukar untuk terkena. Andaikata terkena mungkin menampakkan gejala ringan,” imbuh pria dari fraksi Partai Golkar tersebut

Mobilitas nakes dan petugas publik tidak akan menularkan ke orang lain ketika berhasil divaksin. Akmarawita berpendapat, prioritas kedua bukan melihat dari ruang lingkup pejabat. Tapi yang harus dipahami betul bahwa prioritas ini bertujuan untuk benar benar memutus mata rantai.

“Ada Dua gelombang, Januari-Maret, Maret-April. sesuai dengan jumlah, ada dua kali suntikan. Yang diutamakan mulai dari zona merah, itu nanti akan dapat sesuai dengan zona wilayahnya masing masing,” pungkasnya. (Ard).

Latest news

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini