Gerakan Transisi PAUD-SD yang Menyenangkan, Kota Kediri Masuk 5 Besar

KEDIRI (Lenteratoday)-Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Kediri masuk kategori 5 besar se-Jawa Timur pada Apresiasi Berbagi Praktik Baik Peran Dinas Pendidikan dalam rangka ‘Mensukseskan Gerakan Transisi PAUD-SD yang Menyenangkan Tahun 2024’.

Acara tersebut diselenggarakan Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Jawa Timur. Penghargaan diterima oleh Kepala Dindik Kota Kediri M. Anang Kurniawan.

Pj Wali Kota Zanariah mengapresiasi prestasi yang telah diraih Dindik Kota Kediri tersebut. Gerakan transisi PAUD-SD di Kota Kediri masif dilakukan. Mulai sosialisasi sampai praktik di lapangan. Penghargaan ini berdasar survei/monitor dan evaluasi (monev) dari BPMP.

“Saya memberikan apresiasi atas penghargaan yang telah diraih. Tentu ini hasil dari kerja keras jajaran Dindik dalam memasifkan gerakan transisi PAUD-SD yang menyenangkan,” ujarnya, Rabu (22/5/2024).

Zanariah mengungkapkan Kota Kediri sebagai kota pendidikan berkomitmen memberikan pendidikan terbaik bagi masyarakatnya. Gerakan transisi PAUD-SD yang menyenangkan ini mendukung program wajib belajar.

Gerakan Transisi PAUD ke SD yang menyenangkan digalakkan dengan tujuan agar anak merasa senang dalam belajar dan anak percaya bahwa dirinya pasti bisa asalkan mau berusaha.

Baca Juga :  Dindik Kota Kediri Gelar Lokakarya Hasil Belajar Guru Penggerak Perubahan Dunia Pendidikan

“Saya sangat mendukung gerakan ini. Menurut saya ini sangat positif karena di jenjang PAUD ini harus menyenangkan. Mereka tidak boleh diberi pelajaran yang membebani mereka,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dindik Kota Kediri M. Anang Kurniawan menjelaskan ada enam kemampuan pondasi anak. Yakni: mengenal nilai agama dan budi pekerti, keterampilan sosial dan bahasa, kematangan emosi, kematangan kognitif, pengembangan keterampilan motorik, serta perawatan diri untuk berpartisipasi di lingkungan.

Transisi dari PAUD ke SD yang menyenangkan ini harus melakukan tiga hal. Seperti, tidak boleh menerapkan tes calistung, memberikan waktu 2 minggu untuk MPLS, dan harus menguasai 6 pondasi dasar dalam penguatan peserta didik.

“Saya harapkan di semua satuan pendidikan dapat menerapkan enam aspek tersebut. Kita harus buat masa transisi anak-anak dari PAUD ke SD ini menyenangkan,” jelasnya.

Reporter: Gatot Sunarko / Co-Editor: Nei-Dya


Latest news

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini