Gereja di Belgia Dijadikan Hotel, Cafe, hingga Kelab Malam

SURABAYA (Lenteratoday) – Ada fenomena perubahan gereja-gereja di wilayah Eropa yang kebanyakan penduduknya memeluk agama Kristen selama hampir dua milenium. Ada beberapa gereja yang beralih fungsi menjadi hotel, cafe, hingga kelab malam.

Fenomena ini terjadi lantaran banyak gereja yang kosong karena tidak ada jemaatnya lagi.Bahkan, di antara gereja-gereja tersebut ada yang terbengkalai. Jemaat mereka menyusut selama setengah abad terakhir.

“Itu menyakitkan. Saya tidak akan menyembunyikannya. Di sisi lain, tidak mungkin kembali ke masa lalu,” kata Monseigor Johan Bonny, seorang uskup Antwerpen menanggapi fenomena ini, kepada Associated Press seperti dikutip dari cnnindonesia.com, Senin (26/6/2023).

Fenomena ini banyak terjadi di negara-negara di Eropa mulai Jerman hingga Italia. Padahal daerah tersebut menjadi jantung para penganut Kristen. Fenomena ini benar-benar menonjol di Flanders, di Belgia utara, yang memiliki beberapa katedral terbesar di benua Eropa dan karya seni terbaik di dalamnya.

Karena itu, gereja yang merupakan bangunan sakral tersebut menjadi terbengkalai kemudian diubah fungsinya. Seperti dilansir NZ Herald, ada yang mengubah gereja menjadi toko pakaian, kafe, dinding panjang, hotel, hingga kelab malam.

Di Belgia, gereja yang ditutup selama dua tahun wajahnya telah diubah menjadi kafe. Di dalamnya ditambah dengan panggung konser. Bangunan bekas gereja itu rencananya diubah menjadi ‘hot spot’ budaya baru di jantung Kota Mechelen, Belgia. Musik dari tempat ini bahkan hampir bisa didengar dari tempat tinggal uskup agung Belgia.

Baca Juga :  Kisruh Penolakan Gereja di Cilegon, Wapres Minta Menag-Mendagri Turun Tangan

Di sudut jalan, bekas gereja Fransiskan kini menjadi hotel mewah tempat bintang musik Stromae menghabiskan malam pernikahannya di tengah jendela kaca patri khas gereja.

Sebuah studi tahun 2018 dari kelompok penelitian Pew menunjukkan, di Belgia, dari 83 persen yang mengaku dibesarkan sebagai orang Kristen, hanya 55 persen yang menganggap diri mereka demikian. Namun, hanya 10 persen orang Belgia yang masih menghadiri gereja secara teratur.

Bahkan, paduan suara internasional menemukan di sebuah gereja, jumlah penyanyi mereka melebihi jumlah jemaat.

Di Flanders, salah satu wilayah di Belgia, di mana setiap satu dari 300 kota di sana memiliki sekitar enam gereja dan seringkali jemaatnya tidak cukup untuk mengisi satu gereja pun. Beberapa gereja dianggap merusak pemandangan di pusat kota, pemeliharaannya terus-menerus menguras keuangan.

Mechelen, sebuah kota berpenduduk 85.000 jiwa di utara Brussel adalah pusat Katolik Roma di Belgia. Kota memiliki dua lusin gereja, beberapa meringkuk di dekat katedral St. Rumbold dengan menara tempat lonceng bergantung Warisan Dunia UNESCO.

Walikota Mechelen Bart Somers telah bekerja selama bertahun-tahun untuk memberikan banyak bangunan gereja di sana menjadi fungsi yang berbeda.

“Di kota saya, kami memiliki tempat pembuatan bir di gereja, kami memiliki hotel di gereja, kami memiliki pusat budaya di gereja, kami memiliki perpustakaan di gereja. Jadi kami memiliki banyak tujuan baru untuk gereja-gereja,” kata Somers. (*)

Sumber : cnnindonesia | Editor : Lutfiyu Handi


Latest news

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini