Jelang Perayaan Tahun Baru Imlek, Begini Persiapan Klenteng Eng An Kiong

MALANG (Lenteratoday) – Menjelang perayaan Tahun Baru Imlek 2574 Kongzili, nuansa persiapan Imlek mulai menghiasi Klenteng Eng An Kiong. Ketua Yayasan Klenteng Eng An Kyong, Rudi Phan mengatakan, sejak 2 minggu yang lalu pihaknya telah memulai persiapan seperti bersih-bersih, hingga pemasangan ratusan lampion.

“(Persiapan) Sudah 2 minggu lalu. Persiapannya mulai dari bersih-bersih. Sampai nanti puncaknya tanggal 15 Januari ini, kita lakukan sembayang bersama,” ujar Ketua Yayasan Klenteng Eng An Kiong, Rudi Phan, ditemui ditengah tinjauannya, Senin (9/1/2023).

Rudi menjelaskan, sembahyang tersebut dilakukan sebagai tanda Dewa-dewi yang beranjak dari bumi menuju akhirat. Selanjutnya, usai perayaan di tanggal 23 Januari 2023 mendatang. Pihaknya akan mengadakan penyambutan Dewa Dewi, di tanggal 25 Januari 2023.

“Kita merayakan Imlek di tanggal 22. Tanggal 25 nya kita menyambut Dewa-dewi turun ke sini. Jadi mereka laporan apa yang terjadi di dunia ke atas sana. Kembali lagi tanggal 25nya,” papar Rudi.

Disebutkannya bahwa terdapat 22 patung Dewa-Dewi di masing-masing ruangan Klenteng yang harus dibersihkan, saat ibadah sembahyang bersama. Sedangkan, untuk jumlah lampion, Rudi mengatakan terdapat sebanyak 300 unit yang akan dipasang.

“Patung yang dibersihkan di tiap ruangan itu ada sekitar 22 buah patung. Patung-patung ini kan itungannya kosong (ditinggalkan Dewa Dewi menuju akhirat). Jadi kita bersihkan semua. Tanggal 15 Januari Minggu ini,” jelasnya.

Baca Juga :  Klenteng Boen Bio Rayakan Perayaan Imlek Dengan Sederhana

Lebih lanjut, rangkaian perayaan Imlek di tahun Kelinci Air ini masih berlangsung hingga tanggal 26 Januari. Gelaran Potehi dan pertunjukan Barongsai, dikatakan Rudi, akan menyemarakkan perayaan Tahun Baru Imlek kali ini.

“Tanggal 26 ada pertunjukan Potehi, itu lamanya tergantung yang nanggap. Kalau sudah habis ya kita tutup. Perkiraan ya sampai 30 Maret 2023. Aa pertunjukan Barongsai juga. Soalnya tahun kemarin gak ada. Ada 6 Barongsai nanti, mulai dari anak-anak usia SMP sampai orang dewasa. Tahun ini kami lebih semarak,” paparnya.

Disisi lain, terkait dengan resmi dicabutnya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) oleh pemerintah pusat. Rudi menghimbau agar para umat Buddha dan pengunjung klenteng Eng An Kiong untuk tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes).

“Kita tetap mengharuskan untuk memakai masker. Sekarang kan meskipun sudah dicabut, tapi kami tetap memberlakukan prokes. Supaya kita semua saling menjaga, tidak ada penularan (virus) lagi,” pungkasnya. (*)

Reporter: Santi Wahyu /Editor: widyawati


Latest news

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini