Kabar Adanya Pasien Suspect Virus Corona Gegerkan Warga Blitar

Blitar – Kabar adanya pasien suspect virus corona di Kota Blitar membuat geger warga. Kabar tersebut beredar melalui pesan singkat Whatsapp jika RSUD Mardi Waluyo merawat pasien suspect terinfeksi virus yang mematikan tersebut.

Infonya, kabar itu pertama kali berasa dari petugas medis di RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar, isinya : “Informasi buat tmn2 cs RSUD Mardi Waluyo yg masuk sore terutama di ugd ., Radiologi dan mawar …..diwajib kan mengunakan APD lengkap ….di karenakan di igd kedatangan pasien Corona……”

Pesan tersebut dengan cepat tersebar, dari group chat ke group lainnya. Serta membuat geger warga, karena adanya rasa khawatir dan ketakutan jika memang benar ada warga terjangkit virus yang sudah menelan ribuan korban jiwa tersebut.

Kabar ini langsung direspon oleh pihak RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar, melalui Wakil Direktur Bidang Pelayanan dan Penunjang, dr Herya Putra bahwa sementara ini pantauan dan laporan di IGD belum ada kunjungan untuk pasien suspect infeksi NovCo (Corona Viris).

“Dari koordinasi kami terakhir dari Petugas Kesehatan Medis (PKM) wilayah, masih dilakukan observasi di lokasi rumah oleh petugas PKM. Karena masih menunjukkan gejala Infeksi pernafasan atas, yang belum memenuhi aspek suspect,” tutur dr Herya, Rabu (12/2/2020).

Baca Juga :  Setahun Rehabilitasi Narkoba di BNNK Blitar Melonjak 230%

Diungkapkan dr Herya jika sampai sore sekitar pukul 18.00 WIB, masih intensif berkoordinasi mengenai laporan tersebut dan mempersiapan diri menerima pasien suspect.

Dia mengatakan pasien yang diduga suspect tersebut dari Kabupaten Blitar. “Masih kami cek ke yang menerima informasi dan mohon maaf untuk identitas serta alamat lengkap belum bisa kami sampaikan, karena alasan kerahasiaan medis dan kami belum menerima pasien tersebut,” terangnya.

Apakah pasien yang diduga suspect baru pulang dari negara yang terpapar virus corona, menurut dr Herya asal wilayah terpapar atau tidak belum dapat info yang jelas. “Namun baru pulang dari salah satu negara yang diinformasikan di media termasuk wilayah yang waspada penyebaran virus corona,” ungkapnya.

Ditambahkan dr Herya, terkadang wilayah yang diberitakan terpapar namun nyatanya belum ada kasus riilnya. “Sementara demikian, nanti akan di update kalau sudah ada info yang jelas,” pungkasnya. (ais)





Latest news

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini