Ketua DPR RI : Kerja Sama Global dan Partisipasi Perempuan Aktif Cukup Penting

JAKARTA (Lenteratoday) – Ketua DPR RI, Puan Maharani menilai kerja sama global untuk memastikan partisipasi aktif perempuan dalam berbagai bidang cukup penting. Menurutnya, perempuan adalah yang paling terdampak dari berbagai tantangan dalam kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan di dunia. 

“Kita menghadapi tantangan Pandemi, kita tengah menghadapi tantangan ketegangan geopolitik dan kita mengahadapi tantangan meningkatnya dampak perubahan iklim,” ujar Puan dalam pidatonya di Forum of Women Parliementarians, Sidang Inter-Parliementary Union (IPU) ke-144 Nusa Dua, Bali, Minggu (20/3/2022).

Selama beberapa tahun terakhir, perempuan telah banyak berkiprah di dunia politik. Pada tahun 2021 dari 73 orang yang terpilih sebagai Ketua parlemen seluruh dunia, 18 orang diantaranya atau sebanyak 24,7 persen adalah perempuan.

Sementara itu, proporsi global anggota parlemen perempuan juga telah meningkat sebesar 0,6 persen menjadi 26,1 persen. “Oleh karena itu, kita perlu terus memastikan partisipasi aktif perempuan pada proses pengambilan keputusan, terutama di badan publik,” Imbuhnya.

Terkait dengan kesetaraan gender, Puan juga mengingatkan pentingnya perempuan mendapatkan akses yang sama kepada kekuasaan dan untuk menjadi bagian dalam pengambilan keputusan. Mereka yang memegang kekuasaan, menurut Puan harus memiliki wawasan untuk mengembangkan kesetaraan gender.

“Dalam konteks IPU, Kelompok Kemitraan Gender IPU telah menjadi landasan bagi kemitraan yang lebih baik antara anggota parlemen laki-laki dan perempuan. IPU harus berada di garis terdepan ‘lead by example’ dalam mengarutamakan kesetaraan gender. IPU harus berada di garda terdepan dalam mendorong partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan,” sambungnya.

Baca Juga :  Gus Muhaimin: Peran Pesantren Penting dalam Mencegah Kekerasan Seksual

Lebih lanjut, partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan, menurut Puan, akan memungkinkan terciptanya kepemimpinan perempuan di berbagai bidang. Seperti perempuan bertindak sebagai penggerak perubahan iklim. Lalu, peran dan kepemimpinan perempuan untuk menangani pandemi Covid-19. Serta, peran kepemimpinan perempuan dalam menciptakan perdamaian.

“Untuk menyelesaikan konflik, perempuan dapat menjadi agen perubahan dalam mencegah dan mengakhiri konflik. Perempuan berkepentingan menjadi bagian dari penyelesaian konflik, karena perempuan dan anak-anak adalah mereka yang paling terdampak saat konflik dan perang,” urai Legislator Dapil Jawa Tengah V tersebut.

Untuk itu, Puan menilai, pemberdayaan perempuan tidak dapat terwujud tanpa adanya akses terhadap pendidikan. Karenanya, penting untuk menjamin kesetaraan akses bagi perempuan dalam menempuh pendidikan berkualitas.

Terakhir, Puan mengajak seluruh delegasi yang hadir dalam Sidang IPU ke-144 untuk bersama-sama meneguhkan komitmen dan berperan untuk menggerakkan perubahan demi kesetaraan gender bagi masyarakat di negara masing-masing.

“Jika kemajuan perempuan dijamin, maka suatu negara akan maju, jika partisipasi politik perempuan didorong, maka demokrasi akan berkembang, jika kesetaraan gender dijamin, maka keadilan akan tercapai,” Terangya. (*)

Reporter : Ashar

Editor : Lutfiyu Handi


Latest news

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini