Lato Lato Jadi Momen Pembelajaran Kreatif Siswa di Mojokerto

MOJOKERTO (Lenteratoday) – Permainan lato-lato yang saat ini sedang viral di Indonesia, menjadi momen pembelajaran kreatif bagi para siswa Sekolah Dasar (SD) di Kota Mojokerto.

Melalui permainan ini, para siswa SD dapat bersekolah dengan riang gembira. Seperti di SD Negeri 1 dan SD Negeri 2 Meri, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto. Saat jam istirahat, ratusan siswa asik bermain salah satu permainan jadul tersebut.

Demam lato-lato ini justru dimanfaatkan sebagai momen pembelajaran kreatif bagi para siswa SD di Kota Mojokerto. Seperti yang diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kota Mojokerto, Amin Wachid.

“Lato-lato ini kan permainan tradisional, ini sebagai sarana interaksi anak-anak untuk bermain lebih gembira. Setelah bermain lato-lato anak-anak masuk kelas kemudian merefleksikan dengan tulisan, apa itu lato-lato,” ujarnya, dikutip dari mojokertokota.go.id, Sabtu (7/1/2022).

Melalui permainan lato-lato ini Amin berharap anak-anak bisa bersekolah dengan gembira melalui permainan tradisional seperti ini. “Kami berharap anak-anak bisa bersekolah dengan gembira, salah satu nya dengan bermain lato-lato ini,” ungkapnya.

Baca Juga :  PPKM Kota Mojokerto Tak Diperpanjang

Meski diizinkan membawa lato-lato ke sekolah, Amin Wachid mengatakan permainan tersebut hanya boleh dimainkan pada saat jam istirahat saja, dengan pengawasan dari para guru.”Hanya boleh dimainkan saat jam istirahat saja, mereka tetap diawasi oleh bapak/ibu guru, insyaalah tidak berbahaya lah,” imbuhnya.

Saat ini, permainan lato-lato memang sedang viral dimainkan mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa, tidak terkecuali di Kota Mojokerto.

Kepopuleran permainan lato-lato tidak lepas dari media sosial. Banyak orang yang mengunggah aktivitas bermain lato-latodi media sosial sehingga permainan ini jadi banyak dicari dan menjadi viral.

Alhasil, Anak-anak pun mengaku lebih menyukai permainan yang membutuhkan fokus dan ketangkasan ketimbang bermain andorid.

“Sekarang seringnya main ini (lato-lato) kalau di rumah. Udah bosan sama HP, paling bentar aja, habis itu main lato-lato lagi,” ucap Raditya Arisaputra, salah satu siswa SDN 2 Meri. (*)

Reporter : Wisnu | Editor : Lutfiyu Handi

Latest news

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini