Mahasiswa Unair Gagas Sistem Pemantauan Kanker Payudara

SURABAYA (Lenteratoday) – Sebanyak lima mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) gagas system pemantauan kanker payudara. Hasilnya, mereka barhasil meraih medali emas pada lomba essay subtema kesehatan bertajuk National Education Competition 2024 dan digelar oleh EDUHUB dan bekerja sama dengan UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Para mahasiswa tersebut terdiri dari Andini Ariani Carolina (Fakultas Perikanan dan Kelautan), Aufar Mahran Alleani (Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin), Firman Maulana Barokah (Fakultas Perikanan dan Kelautan), Lourencia Yoan Angelica (Fakultas Farmasi), dan M. Rofiqi Azmi (Fakultas Farmasi).

Lourencia menjelasan alasan mengangkat isu kanker payudara. “Kami lihat angka kejadian kanker payudara yang masih cukup tinggi di Indonesia,” katanya, seperti dalam rilis yang diterima Jumat (17/5/2024).

Sebuah inovasi berjudul Smart Bra Berbasis Microwave dan Sensor Tekstil Terpolarisasi dinilai sebagai Sistem Pemantauan Kanker Payudara Sejak Dini. Dengan inovasi itu, Lourencia dan tim berharap kanker payudara dapat terdeteksi dengan cepat.

“Angka kejadian yang cukup tinggi tapi masih minimnya deteksi kanker payudara sedini mungkin. Sehingga para penderita kanker payudara baru mengetahuinya setelah memasuki stadium lanjut,” terangnya.

Uniknya, pada Smart Bra ini terdapat sensor dan terintegrasi dengan pakaian. Hal itu akan memudahkan para pengguna. Inovasi itu menjadi angin segar bagi masyarakat. Sebab, inovasi ini dapat memaksimalkan deteksi kanker payudara sejak dini. Sehingga nantinya penanganan dapat segera dilakukan.

Baca Juga :  Hindari Hoax Tentang Corona, Pemerintah Harus Sediakan Informasi Akurat

“Inovasi ini menjadi terobosan baru, yang dapat memaksimalkan pendeteksian kanker payudara sejak dini. Sehingga kasus kanker payudara dapat berkurang dan tindakan lanjutan bagi penderita dapat segera terlaksana,” jelasnya.

Tak lupa, Lourencia dan tim juga mengungkapkan tips dalam menyusun essay agar menarik. Menurut mereka hal yang paling penting adalah ide yang ada dapat bermanfaat kepada masyarakat.

“Menyusun ide suatu permasalahan dengan menarik dan memberikan manfaat kepada masyarakat. Selain itu essay harus memiliki kesan futuristik,” papar Lourencia.

Biasanya mahasiswa akan kesulitan dalam menentukan topik essay. Namun tim ini ternyata memiliki tips khusus untuk mengatasinya. “Lakukan riset awal untuk mencari inspirasi dan mempersempit pilihan topik. Buatlah daftar pertanyaan untuk membantu fokus serta merumuskan gagasan utara,” ujar Lourencia.

Sebagai informasi pada kejuaraan yang sama Unair meraih penghargaan sebagai juara umum. 13 tim kontingen dari Unair berhasil menunjukkan performanya dengan baik. Tak heran jika Unair memborong total 17 penghargaan pada kejuaraan ini.

Tercatat Unair meraih dua medali emas, enam medali perak, dan empat medali perunggu. Tak hanya itu saja Unair juga meraih penghargaan lain seperti juara 2 essay nasional, best paper essay subtema kesehatan, best poster essay subtema industri kreatif, best poster essay subtema kesehatan, dan juara harapan 2 business plan.(*)

Sumber : Rls | Editor : Lutfiyu Handi


Latest news

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini