Meski Popularitas Calon Kepala Daerah Tinggi, Belum Tentu Menang

Blitar – Popularitas sosok yang mencalonkan diri dalam kontestasi Pilkada cukup tinggi sehingga banyak dikenal masyarakat, ternyata belum menjamin akan seiring dengan elektabilitasnya atau tingkat keterpilihannya tinggi juga.

Kondisi ini sesuai dengan hasil survei opini publik yang dilakukan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Balitar (Unisba) Kota Blitar pada 23-26 Pebruari 2020.

Dari 13 nama kandidat yang disodorkan kepada 492 responden yang tersebar di 248 desa, 22 kecamatan se Kabupaten Blitar. “Muncul nama Mak Rini yang popularitasnya cukup tinggi dan dikenal, walaupun belum lama terjun ke dunia politik,” tutur Anam Miftahul Huda dari LPPM Unisba Kota Blitar.

Ketika responden diberi pertanyaan, apakah saudara mengenal nama-nama berikut dalam kapasitas sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Blitar. Nama Mak Rini dipilih 12% responden, menempati posisi 3 besar setelah pasangan incumbent Rijanto – Marhaenis yaitu 26% dan 23%.

“Setelah kita tanyakan, dari mana mengetahui tentang kandidat bupati dan wakil bupati ternyata paling banyak 53% dari baliho,” ungkap Anam.

Jadi media baliho atau baner atau spanduk, ternyata cukup besar pengaruhnya. Untuk memperkenalkan kandidat atau calon di Kabupaten Blitar dibanding medsos dan cerita dari mulut ke mulut (getok tular) yang hanya 13%, radio 11%, televisi 9% dan koran 1%.

Baca Juga :  Hari Pertama Ngantor, Ini yang Dilakukan Bupati dan Wakil Bupati Blitar

Namun meskipun nama Mak Rini cukup populer dan dikenal melalui sebaran baliho yang merata di 22 kecamatan, ternyata belum pasti dipilih atau dikehendaki masyarakat. “Karena dari hasil pertanyaan 13 nama kandidat, yang pantas menjadi bupati dan wakil bupati nama Mak Rini hanya dipilih sebanyak 2% responden,” papar Anam.

Uniknya, dalam simulasi respon 4 besar popularitas kandidat calon Bupati dan Wakil Bupati Blitar saat ini atau sampai pendaftaran resmi sebagai calon di KPU yang tertinggi adalah Rijanto 38%, disusul Marhaenis 34% kemudian posisi ketiga Mak Rini 18%.

Dengan hasil ini, serta adanya margin of error 5% maka posisi incumbent Rijanto dan Marhaenis bisa saja tertukar atau malah tertinggal jauh. “Jadi adanya margin of error 5% kalau masuk ke Pak Rijanto bisa semakin tinggi menjadi 43% atau masuk ke Pak Marhaenis jadi 39% mengalahkan Pak Rijanto,” pungkasnya. (ais)

Latest news

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini