Parkir Nontunai di Surabaya: Belum Semua Warung Miliki Voucher

SURABAYA (Lenteratoday) – Mulai Rabu (24/1/2024) parkir di kawasan Taman Bungkul dan Balai Kota Surabaya resmi menggunakan pembayaran nontunai. Sayangnya, di Taman Bungkul belum semua warung memiliki voucher parkir.

Diketahui, apabila pengguna parkir tak memiliki perangkat uang elektronik, maka bisa menggunakan opsi alternatif pembayaran dengan sistem voucher.Voucher parkir bisa dibeli melalui petugas pengawas parkir maupun rumah makan yang ada sekitaran kawasan balai kota dan Taman Bungkul.

“Voucher ini bisa didapat dari warung, cuma tidak semuanya. Baru kuliner rawon kalkulator sama warung Trenggalek yang punya,” ujar salah satu juru parkir (jukir) Taman Bungkul Muhamad Ali, Jumat (26/1/2024).

Dijelaskannya, salah satu cara mendapat voucher parkir adalah bila masyarakat berbelanja di tempat makan sekitar Bungkul, maka akan ditambah biaya tarif parkir. Kemudian masyarakat otomatis  warga mendapatkan voucher parkir. Voucher tersebut nantinya akan diserahkan juru parkir untuk pembayaran parkir.

“Pakai voucher di sini juga bisa, misalkan ke warung makan habis Rp 30 ribu, kalau bawa motor ditambah Rp 2 ribu, nanti vouchernya dikasihkan ke saya untuk parkir,” tambahnya.

Baca Juga :  Armuji Pastikan Stock Oksigen di Surabaya Aman

Meski demikian secara umum diakuinya parkir non-tunai tidak menjadi masalah. “Kalau bagi saya sama saja, pakai QRIS nyaman pakai tunai juga nyaman. Kalau saya sendiri ikut kebijakan Pemerintah Kota. Untuk yang ikut Pemkot itu baru di sini sama Balai Kota,” ucapnya.

Hal senada dikatakan Abdul Hadi. Diakuinya lebih mudah mengunakan pembayaran nontunai karena uangnya lebih cepat masuk dan transparan.”Sebenarnya kalau untuk parkir nontunai di sini sudah lama sekitar satu bulan diuji coba. Kalau bagi saya enak mengunakan nontunai (QRIS), karena lebih aman juga, uangnya langsung masuk dan semuanya rata,” katanya ditemui Jumat (26/1/2024).

Apalagi selama ini, para pengunjung Taman Bungkul Surabaya, juga lebih banyak yang melakukan pembayaran dengan metode nontunai. “Selama ini juga untuk pengunjung banyak yang pembayarannya QRIS,” tambahnya.

Reporter: Tri Edi (mg)|Editor:widyawati

Latest news

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini