Peduli Lingkungan, Pengusaha dan Komunitas di Blitar Berbagi Daging Kurban Wadah Besek

BLITAR (Lenteratoday) – Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan, dengan mengurangi sampah plastik. Seorang pengusaha bersama komunitas di Blitar, berbagi daging kurban menggunakan wadah besek.

Pengusaha muda tersebut, Rais Abin yang juga owner dari Shafira Tour and Travel Umrah Haji Blitar dan Kediri ini mengatakan kalau pada Idul Adha 2024 ini pihaknya menggunakan wadah besek, untuk berbagi daging kurban kepada sekitar 1.000 warga.

“Pada kurban yang ketiga Sharifa Tour and Travel Umrah Haji Blitar dan Kediri, tahun 2024 ini tetap bisa konsisten menggunakan wadah besek,” ujar Abin, Selasa(18/6/2024).

Alasan menggunakan wadah besek, yaitu wadah berbentuk kotak dari anyaman bambu. Diungkapkan Abin, ikut menjaga lingkungan dari tumpukan sampah plastik.

“Sesuai anjuran pemerintah dan adanya aturan pengurangan sampah plastik, maka kami ikut mendukung program tersebut. Meskipun harga wadah besek, setiap tahun mengalami kenaikan,” ungkapnya.

Jika Idul Adha tahun 2023 lalu harga besek masih sekitar Rp 1.500-1.600 satuannya (sepasang atas-bawah), tahun ini sudah naik menjadi Rp 1.900 – Rp 2.000.

“Alasan dari penjualnya, karena semakin sulit mencari bahan baku dan adanya kenaikan harga bambu,” jelas Abin.

Daging kurban dari hasil menyembelih 2 ekor sapi dan 2 ekor kambing, dibagikan kepada sekitar 1.000 warga diwadahi dalam besek dengan alas daun pisang dan daun jati.

Dalam kurban tahun ini, Abin dibantu oleh beberapa rekannya dari komunitas Relawan Tandur Gati Blitar dan Blitar Land Rover Community (BLC).

Untuk penyembelihan, serta pembagian ke beberapa desa terpencil di Kabupaten Blitar.

“Selain di bagikan untuk warga sekitar kantor Shafira Tour and Travel Umrah Haji Blitar dan Kediri, juga desa terpencil di pelosok Kabupaten Blitar. Seperti di Telogo Gentong, Doko dan desa terpencil lainnya dibantu teman-teman dari BLC dan Tandur Gati,” tutur Abin yang juga Ketua BLC.

Baca Juga :  Perayaan Idul Adha di Lamongan Diperketat

Terkait adanya hewan kurban yang terkena penyakit, seperti cacingan dan PMK. Abin mengaku sudah mengantisipasinya, agar hewan kurbannya sehat dan layak dikonsumsi.

“Selain sehat dan diperiksa oleh dokter hewan, juga membeli langsung dari peternak bukan pedagang,” tandasnya.

Selama ini Shafira Tour and Travel Umrah Haji Blitar dan Kediri, bersama Relawan Tandur Gati Blitar serta BLC sudah beberapa kali melakukan kegiatan sosial untuk membantu masyarakat kurang mampu.

Koordinator Relawan Tandur Gati Blitar, David Khumaini yang tampak ikut mengemas daging kurban menyampaikan kalau sudah berkolaborasi dengan Shafira Tour and Travel Umrah Haji Blitar dan Kediri dan BLC dalam banyak kegiatan sosial.

Mulai memberangkatkan umrah gratis untuk guru ngaji, marbot masjid, berbagi sembako, bagi BBM gratis untuk ojol, pedagang keliling dan pelajar. Kemudian bantuan evakuasi korban bencana banjir, hingga bantuan mobil siaga desa di Tempursari, Desa Ngadirenggo, Kecamatan Wlingi, Kabupaten Blitar untuk antar jemput anak sekolah dan mengantar warga berobat serta kepentingan mendesak lainnya.

“Juga memberikan bantuan keramik dan WC, untuk bedah rumah warga tidak mampu. Dalam melakukan kegiatan, kita selalu berkolaborasi dengan banyak pihak baik legislatif, eksekutif maupun TNI dan Polri,” imbuh pria yang akrab disapa Gus David ini.

Reporter:Arief Sukaputra/Editor:Ais

Latest news

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini