Pemkab Blitar Kekurangan 3.000 Guru

Blitar – Pemerintah Kabupaten Blitar kekurangan 3.000 lebih guru, pada tahun 2020 ini. Kondisi ini diperparah, dengan adanya rencana pensiun massal guru Inpres yang diangkat tahun 1974-1975 yang jumlahnya mencapai 2.000 orang.

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Blitar, Budi Kusumarjaka. Dia menegaskan jika saat ini jumlah sekitar GTT/PTT ada 3.500 guru. “Untuk penghapusan honorer masih wacana, belum ada keputusan resmi atau pasti,” tutur Budi, Selasa (25/2/2020).

Budi menjelaskan adanya rencana penghapusan GTT/PTT, sangat mengganggu kelancaran proses belajar mengajar di sekolah. “Perlu ada solusi untuk kondisi ini, tidak bisa semudah itu menghapus GTT/PTT,” jelasnya.

Budi mengakui jika kondisi sekolah di Blitar masih tergantung pada GTT/PTT, yang prosentasenya lebih dari 40 persen. “Jadi masih tergantung keberadaan GTT/PTT yang ada saat ini,” ungkapnya.

Baca Juga :  Kekuatan APBD Kabupaten Blitar 2021 Rp 2,2 Triliun dengan PAD Rp 208 Miliar

Apalagi, ditambah pada 2020 ini ada 600 guru yang pensiun, kemudian 2021-2022 ada pensiun massal guru Inpres yang diangkat tahun 1974-1975. “Jumlah guru yang pensiun mencapai 2.000 guru, kondisi ini akan mengganggu,” tegas Budi.

Padahal dalam proses rekrutmen ASN maksimal hanya dijatah kuota 160-180 guru, akibatnya jumlah kekurangan guru terus membengkak. “Kalau dimerger atau digabung juga sulit, karena ada yang jaraknya jauh,” paparnya.

Budi menambahka, pihaknya sudah berupaya koordinasi ke BKSDM untuk mengusulkan tambahan kuota guru mulai 2021-2024. “Sebenarnya tiap tahun sudah mengajukan tambahan 600 orang, tapi hanya disetujui 160-180 saja,” pungkasnya. (ais)





Latest news

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini