Pemkab Ponorogo Optimalkan Pelayanan, Meski Perekrutan Perangkat Desa Dihentikan Sementara

PONOROGO (Lenteratoday) – Perekrutan 68 perangkat dari 20 desa di Ponorogo terpaksa dihentikan sementara. Hal tersebut dikarenakan dana anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) yang menipis. Mengatasi hal tersebut, Pemkab Ponorogo mengoptimalkan pelayanan yang ada agar masyarakat tetap jadi prioritas.

Sekretaris Daerah Kabupaten Ponorogo, Agus Pramono, mengatakan bahwa penghentian sementara bukan karena praktek korupsi kolusi nepotisme (KKN). Tetapi karena keuangan daerah yang terbatas akibat refocusing untuk penanganan Covid-19.

“Nanti total ada 68 orang untuk 5 kecamatan dan itu diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp. 2 miliar lebih untuk gaji mereka nanti,” jelas Agus, di Gedung Pusdalops Kabupaten Ponorogo, Kamis(22/04/2021).

Penghentian sementara bukan berarti membatalkan hasil yang telah ditentukan. Contohnya di Kecamatan Jenangan yang telah mengumumkan hasil penjaringan perangkat desa. Maka hal itu tidak membatalkan nama-nama yang sudah diumumkan. Untuk itu, Agus berharap agar masyarakat lebih sabar sembari menunggu pembahasan anggaran.

Baca Juga :  PMI Mudik, Bupati Ponorogo : Yang Menjemput Biar Pemerintah Saja

“Masih menunggu pembahasan anggaran untuk menggaji perangkat di PAK yang akan datang,” imbuhnya.

Agus menjelaskan bahwa dalam pembahasan anggaran nanti akan diketahui soal penghasilan tetap (siltap) perangkat desa. Sehingga ketika di PAK, maka proses rekrutmen perangkat desa dapat berlanjut.

“Siltap adalah uang dari pemerintah yang penyalurannya harus melalui prosedur. Kalau misalnya desa tidak siap (memenuhi LPJ dan pengajuan permohonan), maka ya sama saja,” ujar Agus.

Meski pembahasan anggaran masih membutuhkan waktu, Agus tetap mengoptimalisasi pelayanan yang ada di 20 desa tersebut. Sehingga masyarakat yang akan mengurus administrasi kependudukan tidak kesulitan. (Ger)

Latest news

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini