Pemprov Jatim Berikan Ganti Rugi Dampak Kerusuhan Antar Suporter

Blitar – Sesuai janji Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang menyatakan akan bertanggungjawab atas kerusuhan antar suporter bola di Kota Blitar, Selasa (18/2/2020) lalu.

Ganti rugi untuk warga terdampak, rencananya akan diberikan secara langsung di Kantor Kesbangpol dan PBD Kota Blitar, Rabu (26/2/2020) mendatang.

“Sesuai hasil rapat kerja dengan Pemkot Blitar, sudah ada kepastian soal ganti rugi untuk warga yang terdampak kerusuhan kelompok suporter,” kata Ketua Komisi III DPRD Kota Blitar, Totok Sugiarto, Senin (24/2/2020).

Totok menjelaskan pemberian ganti rugi pada warga terdampak, langsung dilakukan perwakilan dari Pemprov Jatim. Pemberian ganti rugi dilakukan di Kantor Bakesbangpol dan PBD Kota Blitar.

“Warga terdampak akan diundang ke Kantor Bakesbangpol, untuk menerima langsung uang ganti rugi dari Pemprov Jatim,” jelasnya.

Untuk sementara uang ganti rugi hanya diberikan kepada warga pemilik rumah, warung dan sawah yang rusak dampak kerusuhan antar suporter. “Untuk yang sepeda motornya terbakar, akibat kerusuhan tersebut masih menunggu surat dari Polres Blitar Kota,” ungkap politisi PKB ini.

Baca Juga :  Pj Gubernur Jatim : Jangan 'Latah' dalam Membuat Proyek Reformasi Birokrasi Berdampak

Seperti diketahui, nilai kerugian yang dialami akibat kerusuhan antar suporter, saat laga Semifinal Piala Gubernur Jatim 2020 antara Persebaya dan Arema FC di Stadion Supriyadi Kota Blitar mencapai Rp 250 juta.

Total kerugian itu berdasarkan pendataan yang dilakukan Bakesbangpol dan PBD Kota Blitar. Kepala Bakesbangpol dan PBD Kota Blitar, Hakim Sisworo menyebutkan ada beberapa warung tidak dibayar, rumah rusak, sepeda motor rusak, mobil rusak dan areal persawahan rusak dalam peristiwa itu. “Termasuk ada yang handphone dan uang nya dirampas,” kata Hakim.

Dari hasil pendataan tercatat ada 11 warung yang tidak dibayar oleh, 13 unit sepeda motor rusak terbakar, 2 unit mobil rusak dan 6,1 hektare sawah rusak akibat diinjak-injak suporter. “Kerusakan sawah mencapai 10-50 persen, serta enam orang terluka dan harus dirawat di rumah sakit tiga warga Surabaya, satu warga Tulungagung, satu warga Kota Blitar dan satu lagi warga Kabupaten Blitar,” imbuh Hakim. (ais)


Latest news

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini