Pencipta “Copy-Paste” Meninggal Dunia

Surabaya – Kabar duka menyelimuti industri teknologi dunia. Pencipta konsep cut, copy, dan paste, Larry Tesler, meninggal dunia.

Berpulangnya laki-laki bernama asli Lawrence Gordon Tesler tersebut mulanya dikabarkan lewat unggahan akun Twitter Xerox, perusahaan tempat Larry bernaung, (20/2/2020).

“Penemu ‘cut, copy & paste, find & replace’ penelitik Xerox Larry Tesler, hari kerjamu lebih mudah berkat ide revolusionernya. Larry meninggal pada Senin, jadi tolong bergabung untuk menghormatinya,” demikian cuitan Xerox.

Larry meninggal pada usia 74 tahun. Tidak disebutkan apa penyebab ia wafat. Larry menciptakan konsep cut, copy, dan paste ketika bergabung dengan Xerox Palo Alto Research Center (PARC), pada 1973. Perusahaan tersebut bergerak dalam bidang pembuat graphical user interface (GUI).

Bekerja di Xerox PARC, ia menanamkan konsep tersebut dalam aplikasi bernama Gypsy, yang ia buat bersama temannya Tim Mott. Konsep cut, copy, dan paste tersebut dapat diakses lewat menu klik kanan. Ia bekerja di Xerox PARC hingga 1980.

Kemudian ia beralih ke perusahaan ternama, Apple Computer hingga 1997. Selama 17 tahun, ia pernah menduduki sejumlah jabatan tinggi di Apple Computer. Tesler pernah menjabat posisi Manager hingga Vice President dan Chief Scientist.

Baca Juga :  Innalillahi, Politisi Senior PDIP Sidoarjo Berpulang

Ia pun sempat berkontribusi terhadap sejumlah produk Apple, seperti Macintosh, QuickTime, Lisa dan tablet Newton. Adapun Macintosh dan Lisa adalah komputer pertama yang mempopulerkan konsep cut, copy, dan paste, sebagaimana dikutip dari KompasTekno, Kamis (20/2/2020).

Lepas dari Apple, ia kemudian mulai menjajaki beberapa perusahaan teknologi besar, seperti ARM (1990-2004), Amazon (2001-2005), Yahoo (2005 – 2008), 23andMe (2008 – 2009), dan Mine (2013 – 2015). Sejak 2009 ia pun sempat membuka jasa konsultasi untuk memberikan solusi terhadap permasalahan user experience (UX) yang dihadapi para pelaku bisnis. Ia juga sosok yang dikenal dengan konsep komputer modeless computing.

Konsep ini ia terapkan di situsnya, nomodes.com, yang tampak memiliki tampilan sederhana (hanya teks dan gambar) tanpa garis atau menu pembatas halaman. Tesler lahir di kota New York, AS, tahun 1945. Berdasarkan halaman LinkedIn-nya, ia sempat mengenyam pendidikan di bidang matematika di Universitas Stanford, AS, pada 1961 hingga 1965.

Terlepas dari itu, meski namanya terdengar asing dan tidak sepopuler Bill Gates atau Steve Jobs, kontribusi Tesler di dunia komputer yang memudahkan pengguna patut diapresiasi. Selamat jalan, Tesler. Kami akan selalu mengingatmu (har/ins)

Latest news

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini