Peringatan Harganas, Stunting di Bondowoso Masih Tinggi

BONDOWOSO (Lenteratoday) – Jajaran Pemkab Bondowoso mengikuti kegiatan video conference peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-28 yang dipimpin oleh Wakil Presiden Indonesia Kh. Ma’ruf Amin, di Pendopo kabupaten, pada Selasa (29/6/2021). Angka stunting di Bondowoso diketahui masih tinggi dan kini menjadi perhatian Pemkab Bondowoso untuk menurunkan angka tersebut.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DPPKB) Agus Suwardjito menerangkan, angka penurunan stunting secara nasional sebenarnya sangat lambat tiap tahunnya yakni hanya 0,5 persen. “Sehingga untuk bisa mencapai angka di bawah 20 persen angka stunting sebagaimana himbauan dari WHO menjadi berat. Kami BKKBN yang mengampu keluarga, diminta untuk melakukan penguatan dari hulu. Tapi kita tidak mengambil alih tugas yang sudah ada oleh sektor lain,” terang Agus, Selasa (29/6/2021).

Di Bondowoso sendiri ditargetkan penurunan stunting bisa turun hingga berada di 14 persen selama tiga tahun ke depan. Dari posisi angka stunting saat ini 27 persen. Karena itu, DPPKB akan melakukan beragam program. Utamanya, program yang menyentuh langsung berbagai persoalan yang menjadi faktor penyebab stunting yakni seperti pola asuh. “Keluarga-keluarga di Bobdowoso harus mengerti ilmu pola asuh atau parenting. Maka konsentrasi kita di keluarga muda,” ujarnya.

Dalam peringatan Harganas itu, diserahkan pula hadiah dan trophy penghargaan lomba ‘Keluarga Teladan tingkat Kabupaten’ pada tiga pemenang. Di antaranya juara I hingga III, secara berurutan yakni Kecamatan Bondowoso, Wringin, dan Klabang. Selain itu, juga diserahkan trophy penghargaan juara harapan I untuk Kabupaten Bondowoso sebagai Keluarga Teladan dari BKKBN Provinsi Jawa Timur.

Menurut Bupati Salwa Arifin, Harganas tahun ini mengangkat tema ‘ Keluarga Keren, Cegah Stunting’. Bupati Bondowoso Salwa mengakui bahwa memang persoalan stunting ini menjadi hambatan bagi Bondowoso. Apalagi stunting di Bondowoso masih menjadi yang tertinggi ke tiga di Provinsi Jawa Timur.

“Selama stunting masih ada, sulit bagi kita untuk menciptakan rumah tangga sejahtera. Ini hambatan yang sangat besar. Maka dari itu, permasalahan stunting harus diselesaikan dan ditekan bersama. Serta ditangani secara serius oleh seluruh pemangku kebijakan,” tandas Bupati Bondowoso Salwa.

Pihaknya berharap dalam pembangunan keluarga sejahtera tak hanya terbatas pada masalah pembatasan angka kelahiran, namun juga perlu betul-betul membangun keluarga yang integral untuk membantu penurunan angka stunting. (mok)

Latest news

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini