Perpendek Rantai Pasok Melalui Kios Pangan, Pj Wahyu Komitmen Berikan Harga Pangan Murah untuk Masyarakat

MALANG (Lenteratoday) – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang resmi meluncurkan Kios Pangan, yang bertujuan memperpendek rantai pasok pangan hingga ke tangan konsumen. Pj Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat mengatakan, Kios Pangan ini merupakan komitmennya untuk memberikan harga pangan yang lebih murah dan terjangkau bagi masyarakat Malang.

Dengan Kios Pangan, Wahyu menjelaskan, produk dari produsen dapat langsung dijual kepada konsumen tanpa melalui perantara, sehingga mengurangi biaya tambahan yang sering kali dibebankan kepada konsumen.

“Kita kan sudah punya Warung Tekan Inflasi (WTI). Nah kemarin Kios Pangan diresmikan, itu adalah untuk mempermudah orang-orang yang akan beli. Jadi dengan Kios Pangan, kita akan tekan juga harga-harga di sekitar kawasan yang sudah beridiri Kios Pangan,” ujar Wahyu, saat dikonfirmasi awak media, Selasa (11/6/2024).

Wahyu menyampaikan, konsep dasar dari Kios Pangan dan WTI sebenarnya serupa, yaitu menjaga stabilisasi pasokan dan harga pangan. Namun, menurutnya Kios Pangan memiliki tujuan khusus yakni untuk memperpendek rantai pasok.

Dengan pemotongan rantai pasok ini, harga di Kios Pangan dapat lebih rendah karena barang diperoleh langsung dari produsen. Wahyu juga menambahkan kedepannya, Kios Pangan akan dibuka secara bertahap di 57 kelurahan dan 26 pasar rakyat di Kota Malang.

Baca Juga :  Dinas Ketahanan Pangan Jember Gelar Pangan Murah 2023 untuk Kemakmuran Warga Silo

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Malang, Slamet Husnan, menambahkan, program Kios Pangan telah berjalan secara bertahap.

Di Pasar Dinoyo misalnya, Slamet menjelaskan, Pemkot Malang telah membuka kios yang berfungsi sebagai gudang untuk menampung seluruh komoditi dari produsen. Yang selanjutnya akan disebarkan ke kios-kios pangan di sekitar Pasar Dinoyo.

“Di Pasar Dinoyo kemarin ada 5 kios sayuran, 2 kios daging, dan 2 kios sembako,” tambah Slamet.

Untuk selanjutnya, Slamet menargetkan minimal akan ada 10 Kios Pangan di masing-masing kelurahan. Dimana inisiatif ini melibatkan kerjasama antara Pemerintah Kota Malang, supplier, asosiasi pedagang pasar, BUMD Tugu Aneka Usaha (Tunas) Kota Malang, serta BUMN seperti Bulog, IdFood, dan Rajawali Nusindo. (ADV)

Reporter: Santi Wahyu | Editor : Lutfiyu Handi


Latest news

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini