Popularitas Rijanto Tertinggi, Marhaenis Kalah dari Suara Tidak Tahu

Blitar – Dari hasil survei bakal calon (balon) Bupati dan Wakil Bupati Blitar dalam Pilkada 2020, popularitas Bupati Blitar Rijanto tertinggi. Justru hasil mengejutkan, ketika nama Wakil Bupati Blitar Marhaenis disodorkan sebagai Wakil Bupati Blitar periode 2021-2024 kalah dengan yang tidak menjawab.

Hasil ini sesuai survei opini publik yang dilakukan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Balitar (Unisba) Kota Blitar, pada 23-26 Pebruari 2020.

Disampaikan Anam Miftahul Huda dari LPPM Unisba Kota Blitar, jika survei ini dilakukan dengan metode stratified multistage random sampling, dengan jumlah 492 responden dan margin of error 5 %. “Metode pengumpulan data dari responden terpilih yang memiliki hak pilih minimal berusia 17 tahun, melalui kuisioner dan wawancara dengan 2 responden tiap desa,” tutur Anam, Minggu (1/3/2020).

Dijelaskannya penentuaan 2 responden tiap desa, dilakukan acak yang terdekat di kantor desa setempat. Dimana Kabupaten Blitar terdiri dari 22 kecamatan dan 248 desa/kelurahan, serta jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) 943.842. “Seharusnya total ada 496 responden, tapi ada 2 desa yang kuisionernya eror di Kecamatan Kademangan maka hanya 492 responden,” jelasnya.

Dengan target akhir :

  • mengukur elektabilitas kandidat bupati
  • mengukur elektabilitas kandidat wakil bupati
  • mengukur elektabilitas simulasi pasangan kandidat bupati dan wakil bupati secara terbuka
  • mengukur elektabilitas pasangan incumbent

Hasilnya untuk kandidat calon Bupati dan Wakil Bupati Blitar, dari 13 nama yang disodorkan dalan kuisooner nama incumbent Rijanto tetap tertinggi 26 % dan Marhaenis 23 %. “Nama- nama ini berdasarkan dari kandidat yang muncul pra survei, peringkat ke 3 nama Mak Rini (12%), ke 4 Ketua DPD PAN Kabupaten Blitar juga anggota DPRD Jtim Heri Romadhon (6%) dan ke 5 anggota DPRD Jatim dari PDIP Guntur Wahono (5%),” terang Anam.

Baca Juga :  Bawaslu Blitar Lakukan Waskat Bacalon Saat Tes Kesehatan dan Psikologi

Sementara untuk kandidat calon bupati, nama Rijanto tetap dinilai paling pantas menjabat sebagai Bupati Blitar periode 2021-2024 dengan nilai 54 %. Sedangkan kandidat calon wakil bupati juga nama Marhaenis paling banyak dipilih yakni 36%, namun jumlah ini kalah dibanding yang tidak menjawab atau tidak tahu dari nama calon wakil bupati yang disodorkan mencapai 48 %. Adanya suara mengambang ini menunjukkan PR bagi para calon wakil Bupati Blitar, karena masih banyak yang belum menentukan pilihan hampir 50%. “Sayangnya kita tidak bisa memaksa alasan atau penjelasan dari responden, karena setelah mengisi kuisioner banyak yang diam atau sengaja tidak mau menjawab,” ungkap Anam.

Selanjutnya untuk simulasi respon 4 besar kandidat calon bupati dan wakil bupati blitar saat ini atau sampai pendaftaran resmi ke KPU, incumbent Rijanto dipilih 36%, Marhaenis 34%, Mak Rini 18% dan Heri Romadhon 9%.

“Munculnya nama Mak Rini yang saya juga tidak kenal, ternyata para kandidat bakak calon ini banyak dikenal melalui baliho yang tersebar. “Dari survei diketahui paling banyak mengetahui dari baliho 53%, medsos/internet 13%, cerita dari mulut ke mulut 13%, radio 11%, berita televisi 9%, dan koran 1%,” bebernya.

Ditambahkan Anam terakhir hasil survei mengenai elektabilitas pasangan incumbent Rijanto – Marhaenis masih signifikan yaitu dikehendaki 76% warga Kabupaten Blitar, dengan faktor utama puas akan kinerja pasangan ini pungkas Anam. (ais)





Latest news

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini