Prospek Menjanjikan dari Bisnis Mujaer Asap di Penatarsewu

Sidoarjo – Mujaher asap adalah salah satu komoditi yang dihasilkan oleh pelaku usaha kecil yang berada di kawasan Desa Penatarsewu, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo. Desa yang berada di pojok timur kota Delta tersebut dijuluki sebagai kampung asap, pasalnya banyak pelaku usaha pengasapan ikan.

Kendati demikian, kampung asap tersebut bukan berarti tidak mengalami tantangan dalam memasarkan produk atau kearifan lokalnya, sebab mereka masih terkendala modal serta kemampuan manajemen. Hal itu berdampak pada jangkauan pemasaran yang masih berskala lokal yaitu kisaran pasar di kecamatan Sidoarjo, Porong, dan Tanggulangin.

Terbatasnya distribusi ikan asap bukan pada kualitasnya yang tak enak atau minim peminat, tapi lebih pada sistem pengolahan yang masih kurang maksimal. Karenaya hal itu memantik Tim PKM Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) untuk melakukan pendampingan dan pemberdayaan APD pengusaha ikan muhaer asap.

“Kami mencoba untuk hadir dan melakukan pendampingan serta pembinaan terhadap pelaku usaha tersebut yang bertujuan untuk melakukan terobosan atas sistem produksi, pemasaran dan manajemen usaha,” ungkap Ketua Tim PKM Penatarsewu, Lukman Hudi, S.TP., M.MT

Kendati demikian, masa depan bisnis pengasapan merupakan bisnis yang mempunyai prospek cerah, selain prospek bisnis juga mengangkat kearifan lokal Desa Penatarsewu.

Baca Juga :  Gubernur Minta Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik Singkron dalam Pelaksanaan PSBB

“Tujuan pelaksanaan pendampingan ini bertujuan agar mitra atau pelaku usaha mampu melakukan terobosan-terobosan dalam upaya mencari perubahan sistem produksi, pemasaran produk agar dapat meningkatkan omset dan mencari solusi atas kondisi kualitas produk yang relatif singkat” imbuh Lukman.

Ia juga menjelaskan, meski dalam kondisi pandemi Covid-19 yang berimbas pada kondisi pasar yang cenderung lesu. Kendati demikian hal tersebut tidak berpengaruh pada ketersediaan ikan mujaher asap.

“Ketersediaan ikan mujaher asap tetap dipertahankan dan tidak terpengaruh kondisi pasar yang cenderung lesu dan belum nampak bergairah dalam situasi pandemi covid 19 ini,” terang Lukman Hudi.

Sementara, Djuma’in selaku pelaku usaha mujaher asap mendukung program kemitraan ini, sehingga ke depan dapat diteruskan dalam upaya memperbaiki kualitas mujaher asap dan dapat melakukan terobosan supaya masuk ke pasar-pasar modern yang ada di Sidoarjo.

“Kita sangat mendukung program kemitraan ini, karenanya program ini bersifat jangka panjang, serta berupaya memperbaiki kualitas mujaer asap supaya bisa masuk kepasar modern,” harap Djumain. (Pin)

Latest news

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini