Putusan MKMK Lebih Ringan Dari Harapan Publik

Keputusan MKMK terkait sidang kode Etik ini bisa dinilai lebih ringan Dari pada harapan publik. Pertama, Keputusan tersebut seharusnya tidak hanya mencopot Anwar Usman sebagai Ketua Hakim MK, namun seharusnya bisa diberhentikan jabatannya sebagai Hakim MK mengingat begitu banyak pelanggaran yang djtemukan dalam sidang kode Etik.

Seharusnya pemberhentian Anwar Usman sebagai Hakim MK sangatlah wajar. Mengingat dikemudian waktu, hakim MK akan menangani kasus gugatan Pemilu dimana akan juga memunculkan conflict of interest bilaman Anwar usman terlibat dalam memutuskan perkara kasus sengketa pilpres yang melibatkan Gibran sebagai Cawapres.

Kedua, keinginan publik juga berharap bawah keputusan ini seharusnya juga berdampak terhadap pencalonan Gibran sebagai Cawapres dari Prabowo. Publik akan menilai bahwa bagaimana ditetapkan pasangan yang secara Etik dan moral bermasalah. Namun, dalam putusan ini tidak berdampak terhadap pembatalan keputusan awal.

Baca Juga :  MK Tolak Gugatan Batas Usia Minimal Capres-Cawapres 35 Tahun

Akan tetapi, secara serius, keputusan ini secara langsung memiliki konsekuensi secara kepada pemilih. terutama para swing voter dari generasi milenial dan gen z. Para calon pemilih, jelas akan menilai bahwa bagaimana mereka melihat satu pertunjukan politik yang tidak layak dan pantas dalam norma bernegara. Bagaimanapun mereka juga akan berpikir ulang bila harus memilih pasangan capres dan cawapres melalui mekanisme yang telah menabrak konstitusi.

Abdul Kodir
Staf Pengajar Sosiologi
Universitas Negeri Malang


Latest news

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini