Ratusan Kades di Kabupaten Lamongan Dapat Pembekalan Tentang Cara Kelola Dana Desa

LAMONGAN (Lenteratoday) – Agar tidak terjadi pelanggaran, sebanyak 474 kepala desa dan lurah mendapat pembekalan dalam mengalokasikan Dana Desa (DD) di musim Pandemi Covid – 19 ini.

“Pengelolaan dana desa tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, ” kata Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi kepada wartawan, Minggu (21/3/2021).

Diungkapkan, pengelolaanan dana desa tahun ini difokuskan pada pemulihan ekonomi nasional. Dana desa dapat digunakan untuk membentuk, mengembangkan dan merevitalisasi BUMDes dan BUMDesma.

Untuk memberikan pemahaman pengelolaan dana DD tersebut, menurut Yuhronur, pihak telah mengumpulkan para kades untuk sosialisasi pembinaan dan fasilitasi pelaksanaan DD tahun 2021 di Dina Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) secara astafet selama 4 hari berturut – turut.

Kades di Kabupaten Lamongan, masih kata Yuhronur, diharuskan mampu menjadi motor penggerak di desanya sehingga tercipta desa mandiri, berkembang dan berjaya. 

“Para Kades di Lamongan ini diharapkan dapat menjadi lokomotif atau penggerak desanya masing-masing. Agar menjadi desa yang berjaya, mandiri. Menjadi desa berkembang,” ungkapnya.

Tentu yang harus diperhatikan dan dilaksanakan adalah alokasi dana DD pada masa Pandemi ini. Karena Pandemi Covid – 19 telah melemahkan perekonomian Indonesia, karenanya tahun ini difokuskan pada pemulihan ekonomi nasional, dan bisa digunakan untuk membentuk, mengembangkan dan merevitalisasi BUMDes juga BUMDesma.

Baca Juga :  Aroma ‘Monopoli’ Kursi Petinggi BUMN [KORAN DIGITAL RABU,24/3/2021]

Ditambahkan, selain pemulihan ekonomi, fokus kedua dana desa  (DD) yakni berupa pendataan desa, pemetaan potensi dan sumber daya, serta pengembangan teknologi informasi dan komunikasi.  

Pendataan desa, katanya, untuk kepentingan mengembangkan desa wisata, desa inklusi dan penguatan ketahanan pangan, pencegahan stunting serta adaptasi kebiasaan baru, memastikan desa aman dari Covid-19.

Ia mengajak seluruh Kades untuk turut mensukseskan  gerakan “Ayo Beli Produk Lamongan”, karena pada dasarnya penanganan ekonomi adalah tanggungjawab bersama sehingga diperlukan dukungan seluruh pihak agar terjadi kebangkitan ekonomi Lamongan untuk menuju kejayaan.

Sementara itu, Kepala Dinas PMD Lamongan Khusnul PembeYaqin membenarkan pihaknya telah melakukan sosialisasi terhadap para kades  yang dilakukan secara estafet selama empat hari ini juga turut menghadirkan para pendamping desa yang juga memberi kontribusi dalam menjalankan pengelolaan Dana Desa (DD). (ist)

Latest news

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini