Ribut Pencopotan Baliho, Pendukung Petahana Ngamuk ke Bawaslu Jember

JEMBER (Lenteratoday)- Sejumlah pendukung paslon petahana Faida-Vian menggeruduk Kantor Bawaslu Jember pasca penertiban baliho bergambar Faida di Alun-alun Jember dan Jalan Gajah Mada Kecamatan Kaliwates. Para pendukung petahana mengamuk dan membentak-bentak komisioner Bawaslu Jember karena dianggap salah saat menurunkan dan mencopot baliho tersebut. Bahkan, seorang anggota dewan yang sedang berkunjung di Bawaslu tak luput dari amukan.

Untuk diketahui, baliho bergambar Faida itu terdapat bertuliskan ‘Selamat Bertugas Kembali Bupati Faida’ dan terpasang saat hari tenang. Pendukung petahana tidak terima pencopotan baliho tersebut karena dianggap bukan sebagai alat peraga kampanye (APK).

Situasi memanas di Kantor Bawaslu Jember saat digeruduk pendukung paslon petahana, Minggu (6/12/2020) malam.

“Menurut kami itu bukan APK, coba jelaskan pasal mana yang menurut Bawaslu baliho itu menyalahi aturan,” teriak salah seorang pendukung petahana pada komisioner Bawaslu, dalam sebuah rekaman video yang viral, Minggu (6/12/2020) malam.

Beruntung Komisioner Bawaslu Jember menghadapi amukan dan bentakan verbal dari pendukung petahana tersebut tidak sampai terpancing emosinya. Penjagaan kepolisian juga dilakukan secara ketat.

Sementara dalam waktu bersamaan dengan munculnya keributan di Kantor Bawaslu Jember, Ketua Komisi C DPRD Jember David Handoko Seto sempat menenangkan situasi bersama pihak kepolisian. David bermaksud ingin menjelaskan bila yang dilakukan Bawaslu Jember sudah sesuai aturan.

Namun demikian, justru situasi makin memanas karena pendukung paslon petahana mempertanyakan kapasitas kedatangan David dan meminta untuk segera meninggalkan kantor Bawaslu. “Anggota dewan datang melaksanakan tugas pengawasan Bawaslu dan menyampaikan ke publik bahwa apa yang dilakukan Bawaslu sudah benar dan sesuai dengan aturan yang berlaku,” kata David.

Sementara Ketua Bawaslu Thobrony Pusaka dan komisioner Andhika Firmansyah yang menemui pendukung petahana menanggapi dengan senyum. Pihak Bawaslu Jember mengaku sudah menjelaskan alasan penurunan banner tersebut dan membuatkan keterangan tertulis berupa dasar hukum penertiban.

“Mereka (pendukung petahana) menganggap itu hanya ucapan selamat datang untuk bupati dan bupati sedang menjabat. Kami jelaskan, alat peraga kampanye memuat visi-misi, simbol maupun tanda gambar. Bupati ini kan juga calon, ya melekat,” terang Thobrony.

Setelah keributan di Kantor Bawaslu Jember, nampak baliho bergambar bupati pada pagi hari kembali dipasang oleh pendukung petahana. Namun demikian, pendukung tetap melakukan proses hukum terhadap Bawaslu pasca mencopot baliho tersebut. (mok)

Latest news

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini