Risma Paparkan Progam Unggulan di Depan Komisi IX DPR RI

Surabaya – Walikota Surabaya Tri Rismaharini berkesempatan mendapatkan kunjungan dari Komisi IX DPR RI. Pada kesempatan kali ini, Risma memaparkan bahwa ada beberapa program unggulan yang sudah di terapkan di Kota Surabaya untuk mengatasi masalah program Keluarga Berencana (KB) Nasional dan Program Ketahanan Keluarga.

Kunjungan Komisi IX sendiri bertujuan untuk melakukan pengawasan terhadap program tersebut. Maka, dalam kesempatan itu, Risma memaparkan beberapa program yaitu program Posyandu yang dibagi menjadi tiga, Posyandu balita, Posyandu Remaja, dan Posyandu Lansia.

“Pada awal saya menjabat, saya berusaha untuk mengembalikan program ini sebab sempat tidak terlakasana dengan baik. Karena posyandu sangat penting,” kata Risma saat melakukan sambutan di Rumah Kediaman, Kamis (30/1/2020).

Tak hanya itu, Risma juga menjelaskan bahwa Surabaya juga memiliki program permakanan, program ini digalakkan untuk masyarakat kurang mampu. Melalui lurah dan camat digerakkan untuk mencari orang yang membutuhkan program ini.

“Saya tidak mau warga saya kelaparan. Jadi saya gerakan camat dan lurah untuk membantu program ini. Karena dosa saya kalau sampai menelantarkan warga sendiri,” jelasnya.

Selain program tersebut, Risma juga mengatakan bahwa pendidikan anak di Surabaya sangat di utamakan. Tidak boleh ada anak yang mengamen, mengemis, berjualan, apalagi yang minum minuman keras.

“Jadi anak-anak di Surabaya harus di fokuskan untuk sekolah. Jadi kalau ada yang mengamen, pihak kami akan membantu memberi uang tapi dengan syarata harus mau sekolah. Apalagi kalau ada anak sampai minuman keras. Saya kerahkan Satpol PP untuk menangkap, agar mereka dididik dengan benar. Anak yang tidak mampu kami fasilitas untuk sekolah,”katanya.

Baca Juga :  Risma Ucapkan Belasungkawa Kepada Korban Meninggal Kebaran di Blauran

Program pahlawan ekonomi juga menjadi salah satu program unggulan. Risma menyebutkan faktor perceraian tertinggi adalah karena masalah ekonomi. Untuk itu digerakkannya ibu-ibu untuk membantu perekonomian keluarga.

“Dari 11 ribu yang mengikuti program tersebut, sudah ada 50% diantaranya sudah memiliki omset sampai dengan 1 miliar,” ujarnya.

Selain ibu-ibu yang digerakkan, para lansia di Surabaya juga tidak boleh melakukan mengemis. Sebagai gantinya mereka di pekerjakan oleh pemkot untuk merawat fasilitas milik publik seperti menjadi tukang sapu.

“Mereka (lansia) itu dibayar sesuai dengan UMK. Jadi kita memang betul ingin memperdayakan warga Surabaya. Sekali lagi saya tidak mau warga saya tidak sejahtera. Bagaimana saya tidak sedih ketika mereka harus meminta-minta dengan hasil yang minim,” jelasnya.

Program-program unggulan ini mendapat apresiasi dari Ansory Siregar, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI bahwa nantinya program tersebut bisa menjadi contoh kota-kota lain. Agar kota lain juga bisa seperti Surabaya.  “Bu Risma memaparkan dengan sangat baik.

Anggota Komisi IX DPR RI sangat mengapresiasi bagaimana bu risma mengatasi masalah itu. Nantinya akan mengundang bu risma ke komisi IX dpr ri. Kalau bisa kabupaten atau kota seluruh indonesia bisa mencnoth  program bu risma,” kata Ansory diwawancarai seusai acara. (ard)





Latest news

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini