Serangan Udara Israel di Rafah: 14 Warga Palestina Tewas, Termasuk Anak-anak

GAZA (Lenteratoday)-Serangan udara Israel di Kota Rafah menewaskan 14 warga Palestina. Enam di antaranya merupakan anak-anak. Selain itu, banyak warga yang terjebak di bawah reruntuhan.

Dikutip dari Al-Jazeera, seorang saksi mata menyebut Israel mem-bom sebuah bangunan tempat tinggal di Kota Rafah. Serangan terjadi pada Sabtu (2/3/2024) malam waktu setempay.

Serangan itu hanya berselang beberapa jam usai serangan pesawat tak berawak Israel menggempur tenda-tenda yang menampung warga Palestina di Rafah. Serangan itu menewaskan 11 orang.

Ahmed Radwan, tim penyelamat, mengatakan bangunan yang diserang adalah rumah bagi warga sipil dan termasuk orang-orang yang mengungsi akibat serangan Israel di Gaza.

“Kami berhasil mengevakuasi beberapa jenazah dan menyelamatkan beberapa orang yang terluka, namun lebih banyak lagi warga sipil – perempuan dan anak-anak yang masih berada di bawah reruntuhan,” kata dia dikutip dari Al-Jazeera, Senin (4/3/2024).

“Kami memiliki sumber daya yang terbatas dan sedikit. Saat perang ini memasuki bulan keenam, tidak ada bahan bakar untuk mengoperasikan peralatan pencarian dan penyelamatan. Kami membutuhkan alat berat untuk membantu menyelamatkan perempuan dan anak-anak dari bawah reruntuhan, namun sayangnya kami tidak memiliki kemampuan untuk melakukannya,” ujarnya.

Baca Juga :  Setelah Israel Bombardir Gaza, Dua Warganya Tewas Ditembak

“Kami harus menggunakan tangan kami dan beberapa peralatan tua yang ringan untuk menyelamatkan korban dari bawah reruntuhan,” sambungnya.

Media Palestina, Wafa, juga melaporkan serangan udara di kota selatan Khan Younis serta serangan terhadap kamp pengungsi Jabalia dan Nuseirat di bagian utara dan tengah Jalur Gaza.

Beberapa orang tewas dan terluka di Jabalia dan Nuseirat, namun tak disebutkan jumlah pastinya.

Serangan tanpa henti di Gaza terjadi ketika pasukan Israel juga melancarkan serangan di Tepi Barat yang diduduki, termasuk di kota Tulkarem, kota Azzun dan Jayyous dekat kota Qalqilya, dan kamp pengungsi Al-Arroub di utara kota Hebron.

Sejak 7 Oktober 2023, tercatat setidaknya 30.320 warga Palestina terbunuh dan 71.533 orang terluka akibat serangan Israel. Serangan Israel yang menghancurkan dan blokade Gaza telah menghancurkan sebagian besar wilayah tersebut dan menyebabkan sekitar 2,3 juta orang berada di ambang kelaparan.

Pasukan Israel pada hari Kamis lalu juga menembaki warga Palestina yang kelaparan yang mencoba mencapai konvoi bantuan, menewaskan sedikitnya 118 orang.

Serangan tersebut memicu kemarahan dunia dan menyebabkan Amerika Serikat mengirimkan bantuan pangan ke Gaza. Pasukan Yordania juga mengambil bagian dalam operasi tersebut.

Sumber:Al-Jazeera,ist/Editor: widyawati

Latest news

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini