Setelah Ditinjau KONI Jatim, Venue Porprov Cabor Judo di Mojokerto Berpotensi Diganti

SURABAYA (Lenteratoday)-Sekitar satu bulan menjelang gelaran Porprov VIII Jatim, venue pertandingan di Kabupaten Mojokerto justru terancam kembali diutak-atik. Itu setelah KONI dan Dispora Jatim meninjau kesiapan sejumlah venue di Bumi Majapahit.

Hasilnya, GOR Diknas dinilai belum siap digunakan untuk menggelar pertandingan Judo dan Mix Martial Art (MMA) September 2023 mendatang.

Dipimpin langsung oleh Ketua KONI Jatim M Nabil, peninjauan venue porprov di Kabupaten Mojokerto dilakukan Rabu (26/7/2023).

Kesiapan sejumlah venue diperiksa untuk dipastikan bisa ditempati dalam pertandingan September mendatang. Dari sembilan venue yang ada, GOR Diknas Sooko dinilai berpeluang tidak digunakan di bulan ke sembilan nanti.Lantaran saat ini masih dalam proses rehabilitasi.

’’Dari peninjauan KONI Jatim kemarin, proses perbaikan GOR Diknas ini diragukan bisa siap digunakan September nanti,” terang Kadisbudporapar Kabupaten Mojokerto Norman Handhito.

Rehabilitasi GOR milik Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto ini menyasar sejumlah aspek. Mulai dari perwajahan teras, lantai, kamar mandi, hingga foyer.

Yang mulanya, perbaikan yang dilakukan CV Samaraz Cahaya Indah asal Pamekasan dengan penawaran Rp 1,4 miliar tersebut ditarget rampung akhir Agustus nanti.

Baca Juga :  Komplotan Maling Transmart Mojokerto Berhasil Dibekuk

’’Mereka melihat jangka waktu pengerjaannya dan sekarang memang masih proses pembenahan. Tapi menurut kami GOR Diknas siap digunakan untuk September nanti,’’ ucap Norman.

Menurutnya, sejauh ini progres perbaikan sudah dikisaran 50 persen. Merujuk penilaian technical delegate (TD) KONI Jatim itu, lanjut Norman, telah disiapkan venue alternatif yang representatif sebagai pengganti.

’’Kalau memang rencana awal tidak bisa, kita siapkan alternatifnya. Nanti, GOR (Castle) SMAN 1 Puri jadi opsi terakhir,’’ tandasnya.

Hal senada diungkapkan Ketua KONI Kabupaten Mojokerto Suher Didieanto. Penilaian KONI Jatim tersebut mengacu pada standarisasi venue pertandingan Judo. Di mana pengujung Juli ini, perbaikan GOR Diknas mestinya sudah mencapai tahap akhir.

’’Menurut KONI Jatim kemarin, kesiapan GOR Diknas sekarang mestinya mencapai 80 persen. Nyatanya sekarang masih belum. Apalagi dalam Judo pembangunan venue itu ada dua tahap, ini tahap satu saja belum terlaksana. Jadi riskan sekali,’’ bebernya.

Menurutnya, penunjukan GOR Castle sebagai opsi venue Judo dan MMA merupakan langkah tepat. Sebab, jarak antara GOR Diknas dan Castle yang relatif dekat.(ADV)

Latest news

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini