Siaran Pers Upaya Menangkal Berita Hoax

Batu – Di era digital seperti saat ini, kemampuan untuk membuat press release (Siaran Pers) sangat diperlukan termasuk di instansi pemerintah. Dengan adanya pemberitaan yang factual (fakta dan actual) maka sekaligus akan mampu menangkal berita hoax. Hal itu terungkap dalam workshop Fotografi dan Penulisan Press Release di kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu, Minggu (22/12).

Dalam acara yang diselenggarakan oleh Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Gajayana Malang bekerjasama dengan BPBD Kota Batu ini menyampaikan penting siaran pers untuk menangkal berita hoax. Lutfiyu Handi, pemateri pembuatan press release mengatakan bahwa di era seperti saat ini pembuatan press release  yang baik sangat diperlukan. Mengingat penyebaran berita hoax sangat mudah dilakukan di media social.

Lutfi menyampaikan, pembuatan press release sama dengan pembuatan berita oleh wartawan. Press Release harus berdasarkan fakta dan actual, serta memiliki nilai berita. “Sama dengan membuat berita, Press Release juga harus memuat 5W 1H dengan gaya penulisan berbentuk piramida terbalik,” tandas Lutfi di hadapan sekitar 30 peserta dari BPBD Kota Batu dan mahasiswa jurusan ilmu komunikasi Universitas Gajayana Malang.

Baca Juga :  Jafro Megawanto Raih Peringkat Satu Nomor Akurasi Paralayang Dunia

Lutfi yang juga Koordinator Liputan lenteratoday.com ini menandaskan bahwa, instansi yang ingin membuat press release harus memahami gaya penulisan berita. Sebab, saat ini wartawan lebih suka pada press release yang sudah jadi dan tidak banyak mengolah lagi ketika ingin dinaikkan dalam media massa mereka.

“Harus diperhatikan juga waktu pengiriman press release. Saat ini banyak sekali media online, sehingga pengiriman press release harus dilakukan secepatnya, karena penerbitan berita di media online bisa dilakukan setiap saat,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Prodi Ilmu Komunikasi Universitas Gajayana Malang Muhammad Asnan, S,Sos., M.IKom mengatakan bahwa kegiatan tersebut dilakukan sebagai rangkaian dari proses pembelajaran pada mahasiswa. “Mahasiswa kami ajarkan bagaimana mereka mampu mengelola sebuah acara. Dan untuk acara ini kami bekerja sama dengan BPBD Kota Batu,” katanya.

Tema workshop ini diambil setelah melihat usulan dari BPBD yang menilai pentingnya pembuatan press release sebagai upaya untuk menyebarkan informasi pada masyarakat. “Jadi tema yang kami ambil sesuai dengan usulan dari lembaga yang kami kerjasamakan. Kebetulan satu kelompok ini bekerjasama dengan BPBD Kota Batu,” tandasnya. (ufi)

Latest news

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini