Tanam Padi Ramah Lingkungan, Hemat Pupuk Kimia dan Hasil Panen Melimpah

Pasuruan – Proyek percontohan penanaman padi ramah lingkungan di Desa Wonosari, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan membuahkan hasil gemilang. Selain hemat penggunaan pupuk kimia, hasil panen yang didapat juga lebih banyak ketimbang pola tanam padi konvensional.

“Percontohan perlu dilakukan untuk menunjukkan kepada para petani bagaimana proses penanaman dan perawatan padi ramah lingkungan. Tanpa mencoba langsung, petani sulit menerima teknologi baru,” jelas Dr. Ni’matul Khasanah, Koordinator Gerakan Rejoso Kita, Selasa (18/2/2020).

Berdasar penelitian World Agroforesty (ICRAF) bersama Balai Penelitian Lingkungan Pertanian (Balingtan) dan Lembaga Pembangunan Internasional Jerman (GIZ – German Society for International Cooperation) di Jawa Tengah tahun 2016, bahwa pertanian padi ramah lingkungan menghasilkan emisi gas metan sebesar 46-189 mg/m2/hari dan mengurangi potensi efek gas rumah kaca (global warming potential) sampai 23 persen. Hasil panen padi ramah lingkungan bisa mencapai 5,85 ton gabah kering per hektar, sementara cara tanam padi konvensional rata-rata 5 ton.

Menurut Ni’matul, pola tanam padi ramah lingkungan adalah teknologi budidaya padi sawah dengan penerapan pola tanam jajar legowo, pengairan berselang, pemupukan berimbang dan penggunaan biopestisida. Pola tanam ini juga meminimalisir ketergantungan penggunaan pupuk kimia.

Baca Juga :  Gunung Arjuno Terbakar Lagi, Titik Api di Kawasan Gunung Ringgit

“Gerakan Rejoso Kita akan memperluas penananam padi ramah lingkungan meliputi lahan sawah seluas 30 hektar di 11 desa di Kecamatan Gondang Wetan dan Winongan,” jelasnya.

Azizi, seorang petani Desa Keboncandi yang sebagian sawahnya dijadikan lahan percontohan mengaku senang dapat terlibat dalam kegiatan Gerakan Rejoso Kita. Pola tanam ini mengingatkan model pertanian nenek moyang yang hanya memanfaatkan pupuk organik.

“Bisa menambah ilmu dan wawasan, mengetahui bagaimana pengairan yang benar. Sawah tidak perlu diairi terus menerus, tidak perlu banyak pupuk kimia dan tambahkan pupuk organik. Hasil panen juga lebih melimpah. Saya tidak lagi kawatir, walaupun pupuk langka,” kata Azizi.

Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Pasuruan, Alfi Khasanah, menyambut baik kegiatan percontohan padi ramah lingkungan. Pihaknya akan memberikan dukungan untuk pengembangan pola tanam padi ramah lingkungan. 

“Padi ramah lingkungan sebagai salah satu upaya perbaikan budidaya padi. Kabupaten Pasuruan yang merupakan salah satu lumbung padi dan berkontribusi pada pemenuhan kebutuhan beras nasional, memang perlu dilakukan dan dikenalkan melalui pembangunan plot percontohan,” kata Alfi Khasanah. (oen)


Latest news

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini