Tangani Kesehatan Mental Mahasiswa, UB Gencar Buka Layanan Konseling

MALANG (Lenteratoday) – Universitas Brawijaya (UB) menegaskan komitmennya dalam menangani masalah kesehatan mental mahasiswa. Dengan gencar membuka layanan konseling yang terjangkau dan mudah diakses.

Kasubdit Konseling Pencegahan Kekerasan Seksual dan Perundungan UB, Ulifa Rahma, menjelaskan serangkaian langkah yang telah diambil oleh UB dalam upaya pencegahan dan penanganan kesehatan mental para mahasiswanya.

“Kami fokus untuk melakukan pencegahan dan penanganan kesehatan mental. Kami sangat didukung oleh Wakil Rektor 3 terkait pencegahan ini,” ujar Ulifa Rahma, saat dikonfirmasi pada Jumat (7/6/2024).

Ulifa mengatakan, UB menyediakan beragam layanan konseling, termasuk psikiater, psikolog, konsultan hukum, dan perawat jiwa, yang tersedia setiap hari Senin hingga Jumat. Dari pukul 08.00 pagi hingga 16.00 WIB.

Menurutnya, layanan konseling ini dibuka baik secara online melalui situs resmi konseling UB di konseling.ub.ac.id. Maupun secara tatap muka, di ruang konseling yang tersedia di Gedung Rektorat Lantai 1.

Baca Juga :  Bupati Kena OTT, Mahasiswa Bawa Tumpeng

“Program edukasi rutin juga dilaksanakan empat kali dalam setahun, mencakup kesadaran akan kesehatan mental, pemberian psikological first aid, dan pelatihan untuk konselor sebaya,” tambahnya.

Untuk memasifkan pelayanan, menurutnya UB juga merekrut konselor sebaya di setiap fakultas, guna memberikan dukungan kepada sesama mahasiswa. “Untuk selanjutnya, konselor sebaya ini bisa memberikan konseling kepada teman sebaya,” lanjutnya.

Menanggapi pertanyaan tentang jumlah mahasiswa yang telah memanfaatkan layanan konseling, Ulifa menyatakan dalam setahun, sekitar 500-800 mahasiswa telah mendapatkan bantuan.

Dimana layanan tersebut tidak hanya menangani masalah pribadi, sosial, atau akademik, tetapi juga masalah pengembangan diri dan karir.

“Kami juga melakukan pembinaan tidak hanya dilakukan kepada mahasiswa dan dosen, tetapi juga melibatkan koordinasi dengan orangtua. Karena masalah tidak hanya datang dari lingkungan kampus, tetapi juga dari lingkungan keluarga,” tutupnya. (*)

Reporter: Santi Wahyu | Editor : Lutfiyu Handi


Latest news

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini