LMedia Berikan Workshop Peningkatan Mutu Pendidikan pada Ratusan Mahasiswa

Lamongan – Era digital banyak dianggap sebagai tantangan baru dunia saat ini. Dalam dunia pendidikan, tantangan ini pun harus mampu dijadikan sebagai peluang untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Sebab, teknologi digital yang didalamnya termasuk teknologi informasi dan komunikasi mampu menjadi alat untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Hal ini menjadi bahasan utama dalam workshop bertemakan ‘Meningkatkan Mutu Pendidikan di Era Digitalisasi’ yang diselenggarakan di Universitas Islam Darul Ulum (Unisda) Lamongan, Minggu (12/1/2020).

Workshop hasil kerjasama antara L Media dengan Unisda Lamongan ini menghadirkan dua nara sumber dari tim L Media yaitu Suhardiman Eko dan Lutfiyu Handi. Di hadapan sekitar 300 peserta mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi ini, Lutfi mengatakan bahwa perkembangan teknologi informasi dan komunikasi saat ini sangat cepat.

“Teknologi informasi dan komunikasi diperlukan dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan. Bahkan teknologi informasi ini akan membawa beberap perubahan dalam pendidikan, sehingga dunia pendidikan saat ini berbeda dengan dulu,” katanya.

Lurfi menyampaikan, para pendidik saat ini harus mampu memanfaatkan dan mengelola teknologi informasi untuk meningkatkan mutu pendidikan. Diantara yang bisa dilakukan adalah memanfaatkan internet dan data base untuk pengajaran, serta penyampaian berbagai informasi tentang sekolahan maupun perkembangan anak.

“Dengan teknologi informasi ini, guru bisa berinteraksi dengan siswa bahkan dengan orang tua siswa. Dengan demikian, pembelajaran antara guru dan siswa bisa dilakukan tanpa harus terbatas waktu dan ruang. Pembelajaran bisa dilakukan dimanapun dan kapanpun,” papar Lutfi.

Baca Juga :  Siaran Pers Upaya Menangkal Berita Hoax

Bahkan saat ini sudah muncul e leaning, dimana anak didik hanya belajar dengan mengakses komputer atau smartphone, tanpa harus bertatap muka secara langsung. Untuk itu, salah satu teknologi yang bisa dimanfaatkan guru untuk peningkatan mutu pendidikan yaitu dengan membuat aplikasi setidaknya tentang mata pelajaran yang diampu dan kemudian bisa diakses oleh siswa.

“Lebih jauh, guru atau setidaknya sekolahan harus mampu membuat website yang memuat berbagai hal mulai dari seluruh pelajaran hingga informasi tentang sekolah yang kemudian bisa diakses semua pelajar lapisan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Eko mengatakan bahwa era saat ini membawa tiga model disruptive. Yang pertama adalah diseruptive generasi, kemudian diserptive teknologi dan yang terakhir adalah disruptive kompetensi.

“Sebagai solusi adalah dengan membuat karya yg positif valid, kolaborasi ide, generasi, teknologi, dan kompetensi,” kata Eko.

Sementara itu, salah satu dosen di Unisda Nisaul Barokati Selirowangi mengatakan bahwa acara tersebut merupakan implementasi dari mata kuliah model pengajaran di jurusan bahasa dan sastra Indonesia. (ufi)

Latest news

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini