Ternyata Gubernur Khofifah Pernah Tidak Lolos Tes CPNS

Surabaya – Siapa yang mengira jika Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sempat mengadu nasip dengan mendaftar sebagai CPNS, namun sayangnya dia gagal dalam menjalani tes sebagai pegawai di BKKBN.

Kisah itu disampaikan saat peninjauan secara langsung pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS Pemprov Jatim, yang diikuti oleh 54.600 peserta di Graha Unesa  Surabaya, Senin (10/2/2020). Selain melakukan peninjauan, Gubernur Khofifah juga memberikan motivasi kepada para peserta SKD CPNS Pemprov Jatim yang akan mengisi 1.817 total formasi untuk tenaga teknis, kesehatan, guru lewat jalur umum, disabilitas maupun cumlaude.

Gubernur perempuan pertama di Jatim itu mengkisahkan, bahwa dia pernah mendaftar sebagai calon pegawai BKKBN di Surabaya, namun setelah melewati beberapa tahapan dinyatakan tidak lolos. Akan tetapi, pada 7 tahun kemudian atas kehendak Allah SWT ditakdirkan menjadi kepala BKKBN Pusat yang memimpin BKKBN se-Indonesia.

Lewat kisah tersebut, Khofifah ingin sampaikan pesan  kepada adik adik yang belum lolos agar tidak berkecil hati dan tidak  menyalahkan takdir dari Allah SWT. Tetaplah semangat, jangan pernah berkecil hati atas keputusannya Allah SWT.

“Adik adik sudah berusaha dan berikhtiar. Allah telah memberikan keputusan terbaik bagi kita yang tidak mengetahuinya. Saya ingin kalian sukses di segala bidang manapun. Dedikasikan seluruh energi yang kalian punya untuk membangun negeri ini,” jelasnya.

Baca Juga :  FORDA I Jatim 2023 Kota Malang Gerbang Memperkuat Olahraga Tradisional

Sementara itu, Kepala Kanreg II BKN Tauchid Djatmiko mengatakan, kedatangan ibu Gubernur melihat pelaksanaan SKD CPNS untuk memberi memotivasi dan semangat. Terutama bagi adik adik yang nantinya lolos dan menjadi abdi negara untuk bersama sama menjadi bagian dari menyejahterakan masyarakat Jatim. “Merekalah adalah calon calon pengganti kami ibu disini,” jelasnya.

Pihaknya melaporkan jumlah seluruh peserta tes CPNS di seluruh Jatim sebanyak 150 ribu yang akan mengisi 10 ribu formasi. Khusus CPNS di lingkungan Pemprov Jatim, dari total peserta 54.600 akan mengisi 1.817 formasi. Artinya, 1 orang peserta berbanding 30 peserta. 

Kepala Badan Kepegawaian Daerah Prov. Jatim Nurkholis menyatakan, seleksi administrasi pada CPNS 2020 diikuti oleh 57.314 pelamar. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.637 pelamar Tidak Memenuhi Syarat (TMS) sehingga total peserta yang lolos dan mengikuti proses SKD sebanyak 54.600 peserta.

Proses tes seleksi dilaksanakan mulai jam 08.00 sampai 17.30 wib yang terbagi dalam lima sesi. Dalam setiap sesi, BKD Jatim menyiapkan sebanyak 640 komputer. Dari 640 komputer tersebut yang dipergunakan sebanyak 600 komputer ujian dan 40 sisanya digunakan untuk cadangan. (hms/ufi).

Latest news

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini