Turunkan Angka Kemiskinan, Pemkab Kediri Bina Usaha 900 Keluarga Miskin

Kediri – Untuk menjaga tren positif penurunan angka kemiskinan, tahun ini, Pemkab Kediri membentuk Kelompok Usaha Bersama (KUBE) dengan kuota 900 keluarga penerima manfaat (KPM). Kelompok ini terbagi 500 keluarga miskin di Kecamatan Banyakan dan 400 KPM di Kecamatan Badas. Serta pembenahan rumah tidak layak huni ke 100 penerima manfaat

Guna menjaga tren positif penurunan angka kemiskinan di wilayahnya, Bupati Hariyanti meminta Dinsos mengupayakan program yang langsung bersentuhan dengan masyarakat miskin. Sehingga KPM membuat mereka memiliki keberdayaan dan kemandirian.

“Dinsos akan memulai program itu  bertahap melalui validasi data yang tepat, lalu diberikan pelatihan ketrampilan, pendampingan PKH dan KUBE. Semoga mereka menjadi lebih sejahtera dan pendapatannya meningkat,” papar bupati. 

Di bawah kepemimpinan dr Hj Hariyanti Sutrisno, angka kemiskinan di Kabupaten Kediri terus mengalami penurunan. Penurunan terjadi secara signifikan pada tiga tahun terakhir (2016-2018) mengalami penurunan 1,41 persen.

Sesuai data yang dilansir Badan Pusat Stastistik (BPS) Propinsi Jawa Timur, angka kemiskinan Kabupaten Kediri periode 2016-2018 mengalami penurunan. Yakni dari 12,72 persen di tahun 2016 menjadi 12,25 persen pada tahun 2017 dan kembali menurun menjadi 11,31 persen di tahun 2018.

Menanggapi tren positif tersebut, Bupati Hariyanti  menyatakan penurunan angka kemiskinan di Kabupaten Kediri selama tiga tahun terakhir ini sebagai sebuah proses positif. Namun demikian, seluruh pihak berpartisipasi  untuk terus menekan angka kemisikinan.

Baca Juga :  Gubernur Khofifah: Jawa Timur Suplai Beras ke Indonesia Bagian Timur, Sulsel, hingga Sumatera

“Kemiskinan itu tidak hanya tugas Dinas Sosial saja, namun menjadi tugas kita semua agar angka kemiskinan itu rendah. Tren positif ini harus terus terjaga,” jelas bupati, belum lama ini.

Ditambahkan, Dinsos terus menvalidasi data kemiskinan dengan menggunakan aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG) yang juga diaplikasikan Kementerian Sosial. Dengan data hasil aplikasi ini, kriteria kemiskinan menjadi jelas, datanya akurat dan terintegrasi.

“Dengan program ini bantuan yang diberikan kepada penerima manfaat dalam penanganan kemiskinan lebih tepat sasaran. Saat ini pendataan sudah mulai dilakukan dan dapat disinergikan dengan dinas lain melalui tim penanggulangan kemiskinan daerah,” tambahnya.

Sementara penjelasan dari  Dinsos berhasilnya program penanganan kemiskinan dari Pemkab Kediri bekerjasama dengan pemerintah pusat seperti pelatihan ketrampilan, bantuan pangan non tunai, dan pemberdayaan SDM PKH dengan sasaran masyarakat miskin di Kabupaten Kediri.

“Seperti tahun 2019 lalu dari Dinsos Propinsi Jawa Timur ada pelatihan keterampilan bagi keluarga miskin dengan membentuk Kelompok Usaha Bersama (KUBE) yang dipusatkan di Desa Ngadi dan Maesan Kecamatan Mojo. Ini salah satu upaya untuk menurunkan angka kemiskinan,” terangnya. (gos/adv)


Latest news

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini