Untuk Memulai Startup di Era 4.0 Tidak Perlu Modal Besar

Surabaya – Peluang untuk memulai sebuah usaha halal atau bisa dibilang startup halal di era digital 4.0 ini sebenarnya bukan hal yang sulit, selain itu juga tidak diperlukan banyak modal. Hal ini terkuak dalam Seminar Nasional bertajuk “Revolusi Bisnis Startup Syariah dan Industri Halal di Era 4.0”. Bertempat di Auditorium Hall A Kampus 1 STIE Perbanas Surabaya, Kamis (13/2/2020).

Salah satu nara sumber Moch Siswan Afandi, CEO Zeniora yang fokus pada industri startup bidang pendidikan benama Zeniora Edukasi Tehnologi mengungkapkan bahwa peluang startup bidang syariah sangat besar. “Menurut saya besar banget dan untuk memulai startup untuk bisnis saat ini itu nggak harus orang yang punya banyak duit. Sekarang anak muda bisa karena ada banyak akses dari pemberian pemerintah melalui berbagai program,” katanya.

Selain itu, kemudahan melakukan startup juga bisa didapat dari semakin mudahnya menggaet investor. Sehingga peluang untuk bermain dalam bidang startup yang lagi naik daun ini cukup dan sedang seksi seksinya ini sangat berpotensi

Pendanaan bisa melalui crowdfunding dan  pendanaan UMKM. Sayangnya saat ini untuk pendanaan UMKM belum ada yang berbasis Syariah. Pendanaan syariah baru ada pada property.

Disatu sisi, banyak startup yang tumbuh dan mati, menurut  Afandi hal ini karena untuk memulai startup maka dari awal harus membuat produk yang dibutuhkan. Kemudian harus ada mentor yang membimbing, dan ketiga melakukan yang wajar saja. “Jadi sebisa mungkin jika kita jalan, kalau emang nggak laku ya dapat kita coba lagi,” tandasnya.

Baca Juga :  Sabtu Pagi Warga Surabaya Wadul ke Wali Kota Eri: Ojo Mulih Sak Durunge Mari

Sementara itu, R Muhammad Suherman, Ketua Chef Halal Indonesia (Tim Kurator UMKM Halal Bank Indonesia & Konsultan Halal) mengatakan bahwa peluang bisnis syariah sangat luar biasa. Sebab, lanjutnya, saat ini  instrumen sudah disuport pemerintah.

“Kedua, lihat sangat jelas pemberlakuan regulasi support pemerintah akan halal. Artinya diberlakukannya UU JPH Nomor 33 merupakan instrument yang paling vital, artinya keberpihakan pemerintah atau support pemerintah terhadap industri halal ini sudah sangat luar biasa,” tandasnya

Dia juga mengatakan, besar peluang usaha itu juga dari dampak pemberlakuan regulasi mandatory.  Sudah bisa dibayangkan, peluang bisnis atau ceruk bisnis untuk industri halal ini akan terbuka lebar karena apa karena sifatnya mandatory.

Peluang-peluang industry halal di Indonesia sebenarnya cakupannya luas. “Halal itu sebenarnya tidak hanya makanan, minuman, fashion dan lain-lain. Halal yang sebenarnya menyangkut seluruh aspek penunjang gaya hidup. Penunjang gaya hidup yang sangat luas itu pendidikan,  rumah sakit. Cuma dalam konteksnya sekarang adalah gaya hidup yang menunjang gaya hidup tersebut,” tandasnya. (tar)

Latest news

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini