Wagub Emil : Kerjasama UK-Indonesia Diharapkan Cetak SDM Maritim Berkualitas

Surabaya – Peningkatan peningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang kemaritiman hingga mampu menghasilkan SDM yang berkualitas dan berkualifikasi terus dilakukan Pemprov Jatim. Untuk mewujudkan hal itu, Pemprov menyambut baik program kerjasama United Kingdom (UK) – Indonesia Skills for Prosperity Programme, yaitu  Program yang digagas Pemerintah Inggris di bidang kemaritiman.

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak  mengungkapkan jika Jatim merupakan salah satu provinsi dari 4 provinsi di Indonesia yang dipilih dalam kerjasama program tersebut. Dimana, kerjasama itu didukung penuh oleh Pemerintah Inggris dan International Labour Organization (ILO).

Untuk itu, Wagub Emil sangat berharap program yang dilaunching sejak November lalu dan akan berlangsung hingga tahun 2023 ini akan mampu meningkatkan kualitas dan kualifikasi SDM di Jatim. “Dan kerjasamanya akan difokuskan pada pengembangan keterampilan SDM,” ungkap Wagub Emil pada acara Launch UK-Indonesia Skills for Prosperity Programme Surabaya, di Hotel Sheraton, Surabaya, Selasa (18/2).

Dia menjelaskan, kerjasama kemaritiman ini dianggap sangat penting dan tepat, sebab Jatim khususnya Surabaya juga daerah maritim. Hal ini ditunjukkan dengan adanya pangkalan TNI AL di Surabaya. Disamping itu, dalam pembangunan tol laut yang merupakan program spesifik Presiden Jokowi untuk memfasilitasi logistik keluar Jawa terdapat 19 trayek yang melewati Tanjung Perak, Surabaya.

Baca Juga :  Positif Covid-19 di Jatim Bertambah 52 Orang

“Hal ini menunjukkan betapa pentingnya maritim bagi Jatim, serta pada saat yang sama ini juga menunjukkan betapa pentingnya Jatim untuk sektor maritim di Indonesia,” tutur mantan Bupati Trenggalek ini.

Dalam implementasinya, Emil menandaskan bahwa pihaknya akan bekerjasama dengan Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS) dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS). Namun demikian, implementasi tersebut juga harus mampu memperkuat profesi kelautan di tingkat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Harapannya, agar para lulusan SMK bisa melanjutkan ke pendidikan tinggi khususnya di PPNS ataupun ITS. Apalagi saat ini, jurusan SMK hampir 2/3 nya adalah komputer jaringan dan teknik otomotif yang dikhawatirkan ketersediaan tenaganya akan over supply. “Kami melihat salah satu sektor prioritas di masa depan adalah di bidang maritim,” tukas Emil.

Sementara itu, Wakil Duta Besar Inggris, Rob Fenn menyampaikan, peluncuran program “Skills For Prosperity” ini adalah untuk mendukung prioritas Pemerintah Indonesia dalam memperkuat sektor maritime. Untuk di Jawa Timur sendiri, program tersebut akan mendukung politeknik bisa bermitra dengan PT PAL dan PT PELINDO Surabaya.

Langkah yang dilakukan adalah dengan memperkenalkan perkembangan terbaru dalam digitalisasi manajemen pelabuhan dan desain pembuatan kapal. Tak kalah dengan itu semua, yang lebih penting adalah menciptakan pemimpin masa depan di sektor maritim.

“Kami berharap lewat program ini akan terjadi peningkatan kualitas di bidang pendidikan maritim di Indonesia. Khususnya untuk perbaikan kurikulum dan sertifikasinya,” tutup Rob Fenn. (ufi/adv)


Latest news

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini