Wali Kota Abu Bakar Resmikan Masjid Wakaf Al-Manshur Padukan Budaya Jawa-Tionghoa saat Imlek

KEDIRI (Lenteratoday) – Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar, didampingi istri yang juga Ketua TP PKK Kota Kediri Ferry Silviana Feronica meresmikan Masjid Wakaf Al-Manshur, Rabu (2/2/2022). Masjid ini terletak di RT 06/RW 01 Kelurahan Campurejo Kota Kediri. Bangunan masjid ini unik, memadukan dua budaya Jawa dan Tionghoa. Budaya Jawa terlihat dari bangunan masjid  berbentuk joglo dengan material kayu dan budaya Tionghoa tercermin dari arsitektur atap masjid.

Peresmian Masjid Wakaf Al-Manshur juga dihadiri KH Sholeh Abdul Jalil, Ketua Takmir, Imam Masjid, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat, Camat Mojoroto, dan Lurah Campurejo. “Alhamdulillah tepat di tanggal cantik saya meresmikan Masjid Wakaf Al-Manshur ini. Masjidnya indah sekali. Desainnya ada budaya Tionghoanya, vibesnya pas perayaan imlek. Terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat dalam berdirinya masjid ini. Semoga ini jadi amal jariyah panjenengan semua,” ujar Wali Kota Kediri.

Dengan diresmikannya masjid ini, Walikota Kediri berpesan para pengurus membuat kegiatan-kegiatan yang bagus. Sehingga masjid ini bisa ramai dan hidup. Remaja masjid juga harus digandeng dalam membuat kegiatan masjid. Sebab remaja biasanya memiliki ide-ide keren.

Baca Juga :  Tekan PKM, Mas Dhito Wajibkan Hewan Keluar Masuk Kabupaten Kediri Kantongi SKKH

“Membangun masjid itu mudah namun meramaikan masjid itu yang agak sulit. Ini harus diperhatikan. Di Kota Kediri ada beberapa masjid yang kegiatan dan manajemen masjidnya bagus. Cari kegiatan yang memberikan dampak,” pesannya.

Untuk meramaikan masjid, bisa diisi dengan Quran Massive (Qurma). Program ini memberi pendidikan gratis membaca dan menulis Alquran. “Program ini bisa dimasukkan juga. Kita ini harus mendidik anak-anak kita untuk menjadi generasi yang hebat, saleh dan salehah,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Takmir Masjid Wakaf Al-Manshur, Sarjono mengungkapkan masjid ini telah digunakan masyarakat melaksanakan Salat Idul Adha. Meskipun pada saat itu bangunan masjid masih sekitar 60 persen masyarakat antusias salat di masjid ini.

“Sekarang bangunan sudah rampung dan diresmikan. Kami berencana untuk mengadakan TPQ agar anak-anak di sini bisa baca tulis Alquran. Supaya generasi di Kota Kediri jauh lebih baik lagi,” ungkapnya. (*)

Reporter: Gatot Sunarko

Editor : Lutfiyu Handi


Latest news

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini