Waspadai Black Swan!

Surabaya – Sebagai seorang trader, boleh jadi Anda pernah mendengar atau membaca tentang istilah Black Swan disebut-sebut dalam analisa atau berita dari media internasional.

Apa itu Black Swan? Black Swan adalah peristiwa-peristiwa yang terjadi di luar dugaan dan menimbulkan kegemparan di pasar finansial.

Berdasarkan teori, suatu peristiwa dapat disebut Black Swan, apabila memenuhi tiga syarat, yaitu (1) kemungkinan terjadinya rendah, (2) berdampak sangat besar di pasar finansial dunia, dan (3) setelah peristiwa terjadi kemudian banyak orang mulai menyadari bahwa hal itu seharusnya bisa diperkirakan.

Istilah Black Swan atau Angsa Hitam pada mulanya berasal dari abad ke-17, bermula dari asumsi masyarakat Eropa bahwa semua angsa berwarna putih, padahal sebenarnya ada angsa hitam yang hidup di alam liar.

Dalam konteks ini, angsa hitam (Black Swan) sering dilihat sebagai simbol untuk sesuatu yang tidak terprediksi dan berdampak besar, sesuatu yang luar biasa di luar kendali.

Di era modern, istilah Black Swan ini kemudian dipopulerkan oleh Nassim Nicholas Taleb, seorang mantan trader Wall Street yang kemudian menjadi penulis dan profesor kenamaan di bidang keuangan, dalam buku berjudul “The Black Swan” yang diterbitkan tahun 2007.

Menurut Taleb, aneka penemuan ilmiah dan peristiwa yang menjadi fenomena Black Swan terjadi dengan tidak diramalkan sebelumnya. Misalnya adalah kemunculan internet, komputer pribadi, Perang Dunia I, termasuk peristiwa 11 September 2001 yang menenggelamkan mata uang dollar dalam sekejap, serangan Amerika terhadap Irak yang melambungkan harga minyak, dan lain-lain.

Dalam bukunya, Taleb juga menyampaikan sejumlah perspektif yang diperlukan pelaku pasar untuk mengantisipasi dan menanggapi peristiwa Black Swan. Buku Taleb yang memaparkan teori Black Swan ini kemudian masuk dalam jajaran best seller serta ditempatkan dalam daftar 12 buku paling berpengaruh pasca Perang Dunia II oleh The Sunday Times.

Meski buku The Black Swan baru dirilis tahun 2007, tetapi sebenarnya peristiwa-peristiwa yang tak terprediksi sekaligus menggemparkan dunia finansial telah terjadi berkali-kali sebelumnya. Bahkan setelah teori Taleb diketahui banyak orang pun, kejadian seperti itu tak terhindarkan.

Baca Juga :  Virus Corona Bagaikan Black Swan untuk Ekonomi Indonesia

Beberapa fenomena yang disebut-sebut sebagai fenomena Black Swan, antara lain mulai boomingnya Dot Com di era 2000, menyusul bangkrutnya Lehman Brothers di tahun 2008, yang sekaligus mengungkap kebobrokan praktek sertifikasi utang sektor properti dalam sistem finansial AS yang kemudian dikenal dengan istilah Krisis Subprime Mortgage.

yang kemudian, disambut Krisis Utang Yunani pada 2010. Kala itu perekonomiannya mengalami resesi dan pengangguran merajalela. Bahkan hingga kini, trader yang memperdagangkan mata uang Euro di pasar forex masih sering berhati-hati jika terdapat kabar rapat renegosiasi utang Yunani dalam berita ekonomi.

Fenomena Black Swan yang menghebohkan berikutnya, keputusan Inggris Keluar Dari Uni Eropa Pada Referendum Brexit (2016). Sebelum hasil referendum Brexit diumumkan, banyak orang menilai Inggris tidak siap untuk keluar dari Uni Eropa, dan masyarakat pun tentunya tak sebegitu “gila”-nya hingga memilih “Yes, Brexit”. Hingga kini, para pelaku pasar masih mengamati perkembangan peristiwa ini dengan hati-hati. Kelancaran negosiasi Brexit dengan Uni Eropa dan kesehatan ekonomi Inggris hingga tiba waktu “perceraian”-nya terus dipantau massa.

Pertanyannya, Apakah virus corona bakal menjadi fenomena ‘black swan’ berikutnya? mengingat sudah 73 negara di dunia yang sudah mengkonfirmasi terkena dampak virus corona.

Sedangkan mengenai korban jiwanya, dikutip dari Kompas.com, hingga Selasa (3/3/2020) pagi, total kasus infeksi telah tercatat di seluruh dunia adalah sebanyak 90.872 kasus. Dari ribuan kasus tersebut, 48.002 orang dinyatakan sembuh dari virus corona. Sementara itu jumlah korban jiwa akibat virus corona mencapai 3.117.

Data ini belum ditambah dengan fenomena harga-harga saham yang mulai melonjak naik. Mari berharap yang terbaik, rapatkan barisan! (har/ins)


Latest news

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini