Hari Nusantara, Nelayan dan Kontribusinya Bagi Negara Bahari

Oleh: I Gede Alfian Septamiarsa, S.Sos, M.I.Kom*

INDONESIA merayakan Hari Nusantara sebagai peringatan dari Deklarasi Djuanda pada tahun 1957. Deklarasi ini menegaskan bahwa laut di antara dan di dalam kepulauan Indonesia merupakan bagian integral dari wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Dimana dalam Hari Nusantara yang diperingati setiap tanggal 13 Desember menekankan begitu sentralnya peran nelayan bagi Indonesia.

Peranan nelayan yang telah memberikan banyak kontribusi bagi wilayah kepulauan. Nelayan merupakan pemersatu Indonesia sebagai negara bahari.

Tidak hanya memberi kontribusi terhadap PDRB dan PDB, nelayan telah membangun kekuatan untuk bisa menyiapkan logistik dan terutama ketahanan pangan. Mereka telah melakukan ikhtiar untuk memainkan fungsi sebagai pemersatu Negeri Bahari.

Mereka bukan hanya sekadar pekerja, tetapi juga penjaga keberlanjutan sumber daya laut dan penopang ketahanan pangan di tanah air. Keberadaan kampung nelayan dan desa nelayan di sepanjang garis pantai Indonesia merupakan bukti nyata betapa nelayan ini berperan menjadi garda terdepan dalam industri kelautan dan perikanan.

Keberadaan nelayan berdampak langsung pada kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat pesisir. Kampung nelayan menjadi pusat kegiatan ekonomi, di mana nelayan menjual hasil tangkapan mereka kepada pedagang atau pengolah ikan.

Pendapatan sebagai nelayan memungkinkan mereka untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, menyekolahkan anak-anak, dan bahkan meningkatkan taraf hidup dengan memiliki kapal sendiri.

Peran nelayan semakin strategis apalagi sektor kelautan dan perikanan menjadi faktor penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Sebab, aneka produk ikan yang dihasilkan menjadi asupan pangan utama guna menyiapkan generasi unggul 2045.

Di Jawa Timur sendiri, nelayan dapat menjaga potensi kelautan dan perikanan yang sangat besar. Jawa Timur memiliki produksi perikanan tangkap tertinggi secara nasional sebesar 598.317 ton dan perikanan budidaya tertinggi ke-2 sebesar 1.314.200,80 ton.

Produksi perikanan tangkap dan budidaya ini tidak hanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan di dalam provinsi saja melainkan juga berhasil menembus pasar luar negeri.

Berdasarkan data statistik Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPMHP), volume ekspor perikanan Jatim merupakan tertinggi nasional mencapai 385.083 ton. Juga, produksi garam di Jatim menjadi tertinggi nasional sebesar 402.845,84 ton pada tahun 2022.

Baca Juga :  Pemprov Jatim dan Jerman Jajaki Kerjasama Double Track Kereta dalam Kota Surabaya

Capaian tersebut masih dapat ditingkatkan lagi mengingat Provinsi Jawa Timur memiliki panjang pantai sepanjang 3.543,54 kilometer. Dengan pengelolaan wilayah laut seluas lebih kurang 5,2 juta hektare yang melintasi 22 kabupaten/ kota berpesisir di bagian utara dan selatan, Pulau Madura, serta 504 pulau-pulau kecil di wilayah Jatim.

Selain memiliki banyak potensi sektor kelautan dan perikanan baik dari segi geografis, sumber daya alam dan sarana prasarana, Jatim juga mempunyai potensi sumber daya manusia yang besar di antaranya 235 ribu nelayan, 277 ribu pembudidaya ikan, 7 ribu petambak garam, 18 ribu unit usaha pemasaran, 8 ribu unit pengolah ikan mikro dan 428 unit pengolah ikan besar.

Untuk mengapresiasi para nelayan, Gubernur Khofifah menginisiasi program Sapa Nelayan. Yang mana dalam kegiatan tersebut dihadiri sebanyak 2500 nelayan, petambak, dan pembudidaya ikan dari berbagai kabupaten/kota.

Pemprov Jatim juga mengusahakan pemulihan ekonomi masyarakat pesisir dan nelayan pada saat pandemi dan pasca pandemi selama periode 2020-2023. Dengan mengalokasikan anggaran lebih dari Rp 122 miliar.

Adapula pelatihan kepada nelayan serta bantuan sosial atas kenaikan BBM kepada sekitar 50.000 orang nelayan. Sedangkan untuk para petambak garam, pemerintah membantu peningkatan produksi dengan pemberian hibah geomembran dan peralatan produksi garam.

Kemudian selain gerai layanan jemput bola, Dinas Kelautan dan Perikanan Jatim juga terus melakukan sosialisasi kepada pelaku usaha terkait tata cara dan penyadaran betapa pentingya memiliki dokumen perizinan kapal perikanan, sehingga nelayan akan lebih tenang melaut dan mendapatkan hasil tangkapan yang optimal.

Dengan berbagai program maupun kegiatan yang ditujukan bagi para nelayan, dapat menjadi pelecut semangat untuk terus memberikan kontribusi terbaik bagi kemajuan sektor kelautan dan perikanan. Bahkan bisa membangun semangat untuk terus tumbuh dan melaju. Semoga kesejahteraan nelayan bisa terus meningkat.

*Pranata Humas Ahli Muda Biro Administrasi Pimpinan Setda Prov. Jatim

Latest news

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini