Hi-Tech Mall Mangkrak, DPRD Surabaya: Kita Lost Rp 100 Miliar

SURABAYA (Lenteratoday) – Mangkraknya Hi-Tech Mall yang merupakan salah satu aset Pemkot Surabaya menjadi sorotan DPRD, karena lost (kehilangan) pendapatan hingga Rp 100 miliar selama 5 tahun terakhir.

Belum lama ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan merevitalisasi bekas Taman Hiburan Rakyat (THR) dan Taman Remaja Surabaya (TRS)  sebagai tempat konser berstandar internasional. Wacana ini muncul karena permintaan sejumlah investor.

Sementara untuk Hi-Tech Mall (THR Mal), belum ada investor atau pihak swasta yang ingin mengelola pusat perbelanjaan IT yang berlokasi di Jalan Kusuma Bangsa nomor 116 – 118 Surabaya ini.

Menyoroti hal itu, Wakil Ketua DPRD Surabaya A Hermas Thony setuju terkait gagasan Pemkot Surabaya yang akan menjadikan THR menjadi tempat konser berstandart internasional. Namun, ia menyayangkan aset Hi-Tech Mall yang belum tersentuh.

“Terkait gagasan THR yang dijadikan sebagai satu tempat konser taraf internasional, kami setuju itu. karena dulu kita sempat menggagas tahun 2015. Nah sekarang untuk mal yang tak kalah penting kita diskusikan, kami ini angen-angen (cita-citakan) tentang aset kita yang banyak terlantar akibat kebijakan yang tak bisa lanjut,” kata AH Thony, Sabtu (20/4/2024).

Politisi Gerindra ini menjelaskan, terkait mal kalau berdasarkan appraisal (prosedur untuk menilai sebuah bangunan) yang pernah terbit per tahun kala itu disewakan hampir Rp 19 miliar – Rp 20 miliar per tahun. 

“Sementara THR mulai tutup, tak menjadi aset berkontribusi baik kepada pemerintah sudah berjalan 5 tahun dari 2019 sampai sekarang (2024). Kalau sampai sekarang belum ada yang melirik, berarti kita lost (kehilangan) pendapatan Rp 100 miliar,” jelas Thony. 

Baca Juga :  Waduh! Hadapi Corona, Warga Surabaya ‘Woles’ (HARIAN LENTERA TODAY EDISI JUMAT, 17/07/2020)

Dari kerugian tersebut, pihaknya tak ingin terus berlarut. Untuk itu, AH Thony mendesak pemkot agar segera memanfaatkan Hi-Tech Mall dan mampu menambah APBD Surabaya. Ia menyebut jika dirinya sudah menemui beberapa investor dari luar negeri agar tertarik menanam investasi di Hi-Tech Mall. 

“Kami kemarin, menemukan kawan untuk memanfaatkan program kemitraan ekonomi komprehensif regional, partnersip. Di tanggal 25 nanti (25 April) saya akan bertemu langsung oleh investor dari China agar tertarik dengan Hi-Tech Mal. Kita tindak lanjuti dan bicarakan tentang hal itu maunya mereka apa, program seperti apa. Kita akan fasilitas mereka,” ungkapnya. 

Tak hanya itu, AH Thony juga menidaklanjuti lebih jauh mengenai produk yang akan masuk di mal tersebut dan diharapkan Hi-Tech Mall dapat mengatasi masalah bonus demografi yang akan terjadi di masa depan. 

Misalnya, berkaitan dengan home industry dengan cara pengelolahan limbah plastik yang menjadi produk lanjutan. Selain itu, ia juga berharap Hi-Tech Mall dapat menjadi pasar internasional, tidak hanya sebagai pasar tetapi juga menjadi tempat produksi terbesar. 

“Bayangan saya itu jadi WTC (World Trade Center) pusat perdagangan dunia. Surabaya jadi kota dunia itu nampak dan karena menyangkut mendatangkan barang, lokasinya dekat pelabuhan yang jadi pertimbangan agar arus barang masuk lancar. Mudah-mudahan nanti ada tindaklanjutkan” pungkasnya.

Reporter:Amanah(mg)/Editor:Ais

Latest news

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini