Angin Kencang Melanda Kabupaten Malang, 81 Rumah Rusak di 4 Kecamatan

MALANG (Lenteratoday) – Bencana angin kencang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Malang pada Kamis (30/11/2023) kemarin. Hal tersebut mengakibatkan kerusakan signifikan di beberapa kecamatan.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, mengkonfirmasi setidaknya terdapat 81 rumah yang mengalami rusak ringan hingga sedang, di 4 kecamatan Kabupaten Malang.

Menurutnya, pada pukul 15.00 WIB, bencana angin kencang telah melanda Kecamatan Jabung. Hujan disertai angin yang terjadi sejak pukul 12.30 WIB, sambungnya, mengakibatkan pohon tumbang yang menutup jalan dan merusak atap rumah.

“Sebanyak 28 rumah terdampak, dengan 14 di Desa Sukolilo, 2 di Desa Kemantren, 6 di Desa Jabung, serta beberapa bangunan seperti sekolah madrasah Miftahul Huda dan Puskesmas Jabung juga mengalami kerusakan,” ujar Dono, saat dikonfirmasi melalui sambungan selular, Jumat (1/12/2023).

Bencana serupa juga melanda Kecamatan Singosari, yang terjadi pada pukul 14.00 WIB. Disebutkan oleh Dono, sebanyak 40 rumah rusak, termasuk 10 rumah di Kelurahan Candirenggo, 3 di Desa Dengkol, dan 27 rumah di Desa Gunungrejo. “Dari kejadian ini, juga mengakibatkan kerusakan pada satu tempat usaha dan tiang listrik milik PLN yang roboh di Desa Banjararum,” lanjutnya.

Lebih lanjut, pada pukul 14.30 WIB, bencana angin kencang juga melanda Desa Ngenep di Kecamatan Karangplo. Yang menyebabkan sebanyak 7 rumah mengalami kerusakan pada bagian atap. Dalam peristiawa ini, BPBD Kabupaten Malang memperkirakan kerugian mencapai Rp 150 juta.

Baca Juga :  Role Model Kampung Tangguh Malang Bisa Direplikasi Nasional
Ilustrasi pohon tumbang akibat bencana angin kencang di Kabupaten Malang. (Dok. BPBD Kab Malang)

“Selain itu, angin kencang juga terjadi di Kecamatan Tumpang, tepatnya di Desa Duwet dan Desa Benjor. Kejadiannya sekitar pukul 15.00 WIB, angin kencang dan hujan deras merusak 6 rumah warga, menimbulkan kerusakan pada atap rumah,” urainya.

Masih menurut Dono, pihaknya menjelaskan bahwa daerah-daerah tersebut sebelumnya telah teridentifikasi sebagai wilayah rawan bencana angin kencang dan puting beliung. Hal ini menurutnya, telah didasarkan pada data dari kejadian di tahun-tahun sebelumnya.

“Kemudian mengingat cuaca saat ini. Kami juga mengimbau kepada pemangku wilayah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi, terutama di masa musim pancaroba saat ini,” ujar Dono.

Di sisi lain, melalui kanal youtube milik akun Alex xa Gokil, telah diunggah video berdurasi 10 menit 10 detik, yang berisikan potongan-potongan video bencana banjir hinga angin kencang di Kabupaten Malang.

Menanggapi hal ini, Dono mengaku tidak bisa memastikan kebenaran dari seluruh gabungan video yang telah ditonton lebih dari 100 ribu kali tersebut. “Saya tidak bisa memastikan semuanya, beberapa yang pohon tumbang memang iya. Tapi kalau banjir genangan di Singosari, itu memang benar tapi bukan bencana. Yang lainnya saya tidak bisa memastikan,” pungkasnya. (*)

Reporter: Santi Wahyu | Editor : Lutfiyu Handi


Latest news

Related news

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini